Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Bidan Tak Ramah, Warga Ngadu ke Dewan

14 Desember 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

KECEWA: Puluhan warga Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, menggelar audiensi dengan Komisi IV DPRD Pamekasan.

KECEWA: Puluhan warga Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, menggelar audiensi dengan Komisi IV DPRD Pamekasan. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Sekitar 50 warga Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan mendatangi kantor DPRD Pamekasan Kamis (13/12). Mereka mengadukan sikap bidan desa yang dinilai arogan.

Warga meminta pemerintah mengganti bidan desa yang bertugas selama sekitar 28 tahun tersebut. Selain sikapnya dianggap tidak ramah, pelayanan bidan kepada masyarakat tidak memuaskan. Bahkan, cenderung mengecewakan.

Ahmad Zaini, 30, salah seorang warga yang ikut audiensi itu mengatakan, sikap bidan desa keterlaluan. Zaini menyebut, bidan tidak ramah kepada masyarakat.

Bahkan ketika dibutuhkan masyarakat, bidan tersebut kerap tidak melayani. Suatu ketika, ada ibu hendak melahirkan. Karena kondisinya lemah, keluarganya menjemput bidan untuk diperiksa.

Namun, bidan tersebut menolak. Dengan alasan, pasien harus dibawa ke rumah bidan yang dijadikan tempat praktik. ”Masa iya kondisi pasien mau melahirkan sangat lemah mau dipaksakan dibawa ke rumah bidan,” katanya.

Zaini menyampaikan, banyak sikap arogan lainnya yang ditunjukkan bidan. Karena itu, beberapa waktu lalu masyarakat Desa Angsanah mengirim petisi kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan agar bidan tersebut dipindah.

Langkah yang ditempuh masyarakat mendapat perlawanan dari bidan. Perempuan asli warga Desa Angsanah itu memolisikan warga yang menandatangani petisi tersebut. ”Apa kami salah jika meminta pelayanan yang lebih baik,” ujar Zaini.

Kedatangan warga ke kantor DPRD Pamekasan meminta wakil rakyat membantu masyarakat dalam berupaya mencari pelayanan terbaik di bidang kesehatan. Salah satu caranya dengan mengganti bidan desa tersebut.

Sekretaris Dinkes Pamekasan Ali Maksum mengatakan, persoalan bidan desa tersebut diketahui sejak beberapa waktu lalu. Masyarakat mengirim petisi agar bidan diganti dengan berbagai alasan.

Dinkes menindaklanjuti permintaan masyarakat sesuai prosedur. Beberapa waktu lalu, bidan dimaksud dipanggil untuk memberikan klarifikasi. ”Hasil klarifikasi kami, bidan tujuannya ingin memberi pelayanan prima,” kata Ali Maksum.

Dia menyatakan, dinkes tidak bisa serta-merta memutasi bidan tersebut. Apalagi masih dibutuhkan di desa. Tahapan akan diikuti dinkes untuk proses pemindahan bidan. ”Masyarakat sudah mengadu ke dewan, nanti kami mengikuti alur yang dewan lakukan,” ucapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Muhammad Sahur berjanji akan segera menuntaskan persoalan tersebut. Semua pihak bakal dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Kemudian, akan dicarikan solusi terbaik. ”Akan segera kami tindak lanjuti,” tandasnya.

(mr/pen/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia