Selasa, 19 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Features

Pasutri Ini Membagikan Ratusan Galon saat Mauludan

Banyak yang Tidak Kuat Membawa Pulang

13 Desember 2018, 05: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

DERMAWAN: Warga saat menghadiri acara Maulid Nabi di rumah Rukayyah dan Kusyairi, Jumat (7/12). Tiap warga mendapatkan air mineral lengkap dengan galonnya.

DERMAWAN: Warga saat menghadiri acara Maulid Nabi di rumah Rukayyah dan Kusyairi, Jumat (7/12). Tiap warga mendapatkan air mineral lengkap dengan galonnya. (RadarMadura.id)

SAMPANG - Peringatan Maulid Nabi Muhammad di rumah-rumah warga biasa dilakukan masyarakat Sampang. Tahun ini ada perayaan Maulid Nabi yang viral karena tuan rumah memberikan galon berisi air mineral kepada semua undangan.

Cuaca mendung menemani perjalanan RadarMadura.id ke rumah pasangan suami istri (pasutri) Kusyairi-Rukayyah. Pasutri tersebut viral di dunia maya. Itu karena, saat menggelar acara Maulid Nabi, Kusyairi-Rukayyah memberikan satu galon berisi air mineral kepada para undangan.

Awalnya, acara mauludan itu simpang siur. Ada yang menginformasikan acara dilakukan masyarakat Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Namun ketika ditelusuri, mauludan tersebut digelar di rumah Kusyairi-Rukayyah di Dusun Kolo Timur, Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Rukayyah menuturkan, perayaan Maulid Nabi biasa digelar di masing-masing rumah warga. Bingkisan yang diberikan kepada tamu undangan bermacam-macam, sesuai kemampuan tuan rumah. ”Selain nasi, ada makanan ringan dan buah-buahan. Itu dulu. Kalau sekarang beda,” ucapnya Rabu (12/12).

Keluarga perempuan 50 tahun itu memberikan air mineral lengkap dengan galonnya kepada undangan. Ide itu berawal ketika tetangganya menanyakan harga galon yang dijual oleh saudaranya. Saat dijawab seharga Rp 50 ribu, tetangganya mengurungkan niatnya untuk membeli.

”Bermula dari itu, suami saya ingin memberikan galon kepada undangan ketika acara Maulid Nabi. Istilahnya punya hajat karena terenyuh,” jelasnya. ”Bukan untuk bergaya. Ini murni bersedekah,” imbuh Rukayyah.

Tamu undangan berjumlah 200 orang. Ratusan undangan itu berasal dari Dusun Kolo, Dusun Sensen, Dusun Jembatan, Dusun Cangkarman, dan Dusun Asem Kerrep. ”Alhamdulillah mauludannya lancar. Undangan yang tidak hadir empat orang,” sebut dia.

Ibu yang dikaruniai empat buah hati itu menceritakan, acara mauludan digelar Jumat (7/12) pukul 18.00. Tamu undangan yang hadir dari anak kecil hingga orang lanjut usia (lansia). Ketika acara selesai, ada galon yang tidak dibawa seketika. Tapi menghubungi keluarga dulu karena tidak kuat mengangkat galon.

”Undangan anak-anak sekitar 15 orang. Undangan yang sudah sepuh sekitar 10 orang. Ada yang menjaga galon sampai nangis karena takut hilang. Ada juga yang nangis karena diejek takut tidak kuat untuk membawa,” urai Rukayyah.

Jumlah galon yang dibeli ke agen berjumlah 170 buah. Lalu, ditambah lima buah galon membeli ke saudaranya. Ada undangan yang tidak kebagian galon. Undangan tersebut merupakan familinya sendiri. Diganti uang sesuai harga galon.

Awalnya keluarga Rukayyah tidak setuju ketika acara maulid undangan bakal diberi galon. Namun ketika dijelaskan bahwa suaminya memiliki hajat, akhirnya disetujui. Karena kesulitan untuk membawa galon, khusus milik kiai diantarkan ke rumah masing-masing. Jumlahnya sepuluh kiai.

”Memberikan galon ada yang senang dan ada yang tidak senang. Itu sudah biasa. Tapi tergantung niat. Kalau kami hanya ingin bersedekah. Ingin membahagiakan dan supaya bermanfaat kepada masyarakat. Apalagi tetangga rata-rata minum air galon,” tegasnya.

Kusyairi menambahkan, memberikan galon dalam rangka memperingati Maulid Nabi. Juga, untuk mempromosikan supaya masyarakat meminum air mineral. Sebab, air mineral lebih baik dari air sumur. Sebelumnya, warga minum air sumur yang dimasak. Meskipun dimasak, masih ada zat kapur. Itu tidak baik untuk kesehatan.

”Memang kebetulan ipar saya jual isi ulang galon. Ternyata ada tetangga ingin membeli menanyakan harga galon. Ketika dijawab Rp 50 ribu tidak jadi beli,” ujarnya.

Pada saat itu dia memiliki hajat ketika mauludan ingin memberikan galon kepada undangan. Kejadian tersebut sekitar 20 hari sebelum menggelar acara Maulid Nabi. Biasanya dia menggelar maulid akhir bulan.

”Harapan saya supaya masyarakat sadar, meminum air mineral lebih baik ketimbang air sumur yang ada zat kapur. Air galon yang saya berikan semoga bermanfaat,” ucapnya.

Warga beralih meminum air galon sudah sekitar tujuh bulanan. Sebab saat kemarau, air sumur kering. Sementara air tangki lebih mahal. Maka dari itu, warga banyak membeli air galon. ”Air tangki untuk mandi saja. Dulu air tangki dimasak untuk diminum,” tutup Kusyairi.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia