Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Branding Batik Hanya Khusus Mobdin Pimpinan OPD

13 Desember 2018, 02: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

LENGANG: Mobdin tengah diparkir di garasi kantor Pemkab Pamekasan.

LENGANG: Mobdin tengah diparkir di garasi kantor Pemkab Pamekasan. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengeluarkan kebijakan agar mobil dinas (mobdin) di-branding desain batik. Branding tersebut ditarget selesai akhir tahun. Namun, hingga saat ini kebijakan tersebut belum terealisasi.

Plt Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan Mohammad Alwi mengatakan, tidak semua mobdin di-branding dengan desain batik. Branding tersebut hanya diperuntukkan bagi mobil pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). ”Kalau mobil bupati dan wakil bupati juga di-branding. Itu wajib,” ujar pria kelahiran Sumenep tersebut.

Mobdin di luar pimpinan dinas belum diperintah di-branding. Misalnya, ambulans, mobil pengangkut sampah, dan mobdin lain. Namun pada tahun berikutnya, mobdin tersebut juga akan di-branding batik. ”Fokus seluruh mobdin pimpinan OPD dulu. Untuk mobdin lainnya menyusul,” terangnya.

Mobdin pimpinan OPD sekitar 50 unit. Anggaran branding mobdin tersebut dibebankan kepada setiap OPD dari biaya pemeliharaan. ”Anggarannya diambilkan dari pemeliharaan mobil dari masing-masiung dinas. Diperkirakan biaya branding itu sekitar Rp 3–5 juta,” terangnya.

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun mengaku siap mem-branding mobdinnya dengan desain batik. Apalagi, hal tersebut telah menjadi kebijakan pemerintah. Menurut dia, branding mobdin dengan desain batik sangat berdampak positif dalam mempromosikan batik.

Apalagi, kata dia, Pamekasan juga memiliki ikon kota batik. ”Di sini banyak perajin batik. Dengan branding itu, bisa menguntungkan para perajin karena pemerintah juga ikut mempromosikannya,” tukasnya. 

(mr/sin/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia