Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Sebagian Kades Tolak Kartu BNPT

13 Desember 2018, 01: 55: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Sebagian Kades Tolak Kartu BNPT

Share this      

SAMPANG – Realisasi bantuan pangan nontunai (BPNT) di Sampang tidak berjalan mulus. Sebab, sebagian kepala desa (Kades) menolak program pemerintah pusat pengganti beras sejahtera (rastra) itu.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Moh. Amiruddin mengatakan, saat ini tahapannya masih penyaluran kartu kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah penerima sudah ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos). ”Kalau penerima juga bisa berubah asalkan melalui prosedur,” kata dia Selasa (11/12).

Menurut Amir, prosedur itu harus melalui musyawarah desa dan usulannya dari Kades. Dengan begitu, bisa jadi ada perubahan penerima di kemudian hari. ”Perubahan pengganti dari pusat. Diusulkan kepada kita (dinsos, Red). Nanti kami melalui sistem informasi kesejahteraan sosial next generation (SIKS-NG). Hingga saat ini, belum ada perubahan karena masih baru,” paparnya.

Amir menjelaskan, untuk bisa mencairkan BPNT, harus memenuhi empat komponen. Yakni, distributor, e-warung, EDC, dan kartu. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan desa mana saja yang sudah lengkap.

”Tahap pertama masih belum. Kalau kami ingin secepatnya. Penyaluran kartu dari bank. Kami hanya membantu,” ujarnya.

Pemimpin Cabang BRI Sampang Bari Indro Partomo mengakui belum ada progres. Selain itu, Kades menolak penyaluran kartu. ”Menolak tidak menerima kartunya. Kalau e-warungnya sudah ada,” katanya.

”Kades bilang seharusnya yang dapat bukan ini, tapi yang ini. Kami mencetak sesuai nama yang dari Kemensos,” sambungnya.

Pria asal Solo itu menambahkan, ada Kades yang mengaku jika penerima tidak merata, yang lain takut memprotes. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Batasan penyaluran kartu KPM 25 Desember. Jika tetap tidak mau diterima akan dikembalikan. ”Sayang duitnya,” imbuhnya.

Dia mengakui pada tahap pertama belum ada pencairan. Pihaknya tidak bisa memaksa. Namun, menyarankan kepada yang sudah menerima kartu bahwa bantuan itu bisa langsung dicairkan.

”Kalau e-warung sudah semua. Sebanyak 280 e-warung sudah cukup. Masalahnya, kartu tidak mau diterima. Ada juga yang menerima kartu tidak digesek,” bebernya.

(mr/rul/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia