Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Semarak Event 2019 Butuh Rp 15,7 Miliar

12 Desember 2018, 09: 45: 23 WIB | editor : Abdul Basri

TERKENANG: Gubernur Jatim Soekarwo, Menpar Arief Yahya, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat mengikuti pawai budaya pembukaan FKMA V di depan Masjid Jamik Sumenep, 28 Oktober lalu.

TERKENANG: Gubernur Jatim Soekarwo, Menpar Arief Yahya, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat mengikuti pawai budaya pembukaan FKMA V di depan Masjid Jamik Sumenep, 28 Oktober lalu. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Rencana event 2019 di Sumenep membutuhkan biaya yang fantastis. Beragam kegiatan sebagai penopang Visit Sumenep itu butuh dana Rp 15,7 miliar. Anggaran tersebut terbagi ke dalam 42 kegiatan.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, pemkab memberikan perhatian lebih kepada sektor pariwisata. Karena itulah, program visit yang sudah digelar pada 2018 ini akan diteruskan menjadi program lanjutan pada 2019.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan potensi lokal agar wisatawan domestik maupun mancanegara tertarik mengunjungi Kota Keris. ”Terdapat 42 event besar yang akan digelar pada 2019. Baik event berskala regional, nasional, maupun internasional,” kata Busyro.

Data yang diterima RadarMadura.id, 42 event yang akan digelar pada 2019 banyak yang mirip dengan kegiatan Visit Sumenep 2018. Misalnya, Batik on the Sea yang digelar pada Februari 2018 lalu di Pantai Lombang kembali dijadwalkan tahun depan. Anggaran yang disiapkan untuk kegiatan tersebut Rp 300 juta.

Kegiatan yang juga pengulangan tahun ini yakni Indonesia Mengukir dengan anggaran Rp 350 juta; Balap Burung Merpati Nasional Rp 175 juta; dan Festival Musik Tongtong Rp 300 juta. Selain itu ada banyak kegiatan lain yang merupakan pengulangan dari event yang sudah digelar pada 2018 ini.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi menambahkan, event 2019 sudah tersusun dalam satu kalender. Kegiatan tersebut tidak didanai oleh APBD. Pemkab akan melibatkan pihak ketiga dalam menyelenggarakan kegiatan penopang Visit 2019 tersebut.

”Akan diserahkan kepada pihak ketiga. Pihak ketiga yang akan mencarikan anggaran,” jelasnya.

Menurut Edy, siapa pun boleh menggarap acara yang sudah tertera di kalender event 2019. Yang terpenting pihak ketiga itu memiliki kompetensi dalam menggelar acara. Termasuk memiliki jaringan dalam mencari anggaran kegiatan.

”Kami di pemkab akan membantu di bidang perizinan,” tukas mantan kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep tersebut.

(mr/mam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia