Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Syarif Kembali Pimpin UTM

12 Desember 2018, 09: 26: 30 WIB | editor : Abdul Basri

Muh. Syarif  Rektor UTM.

Muh. Syarif Rektor UTM. (RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pemilihan rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) periode 2018–2022 final. Sidang tertutup senat UTM bersama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tuntas digelar Selasa (11/12).

Incumbent Muh. Syarif keluar sebagai pemenang pemilihan rektor UTM. Dia memperoleh dukungan 28 suara. Akademisi asal Sampang itu unggul 16 suara dari Muhammad Nizarul Alim. Mantan dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTM ini memperoleh 12 suara. Posisi ketiga ditempati Slamet Subari, dekan Fakultas Pertanian UTM hanya memperoleh 3 suara.

Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor UTM Safi’ mengungkapkan, pemilihan rektor diikuti semua anggota senat UTM bersama Kemenristekdikti. Menristekdikti Mohamad Nasir mendelegasikan Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo bersama tim. ”Senat hadir semua. Perwakilan dari Kemenristekdikti juga hadir,” katanya.

Komposisi suara pemilihan rektor UTM yakni 65 persen dari senat UTM dan 35 persen dari Kemenristekdikti. Dengan komposisi senat UTM 28 suara dan 15 suara dari Kemenristekdikti.

Safi’ menyatakan, pemilihan rektor UTM berlangsung fair dan profesional. Semua anggota senat dan perwakilan Kemenristekdikti melihat langsung proses pemilihan. Melalui pemilihan tersebut, Muh. Syarif sah memimpin UTM untuk periode 2018–2022. Ini merupakan periode kedua Syarif memimpin UTM.

Usai pemilihan dan penetapan rektor UTM terpilih, semua calon berfoto bersama dengan posisi saling merangkul. ”Semoga tidak hanya lahiriah, hatinya juga tidak ada persoalan. Demi bersama-sama membangun UTM agar terus berkontribusi kepada bangsa dan negara,” ucap Safi’.

Kedewasaan semua calon rektor UTM mendapatkan apresiasi dari Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo. Kedewasaan ini patut menjadi contoh semua pihak. Bahwa dalam pemilihan harus siap menang dan kalah. Yang terpenting pemilihan berlangsung fair dan profesional. Ini bentuk kedewasaan dalam politik. Kampus menjadi suri teladan kedewasaan berdemokrasi,” tuturnya.

Safi’ menambahkan, pihaknya telah mengusulkan kepada Kemenristekdikti agar secepatnya dilakukan pelantikan rektor UTM terpilih. Sebab, jabatan rektor UTM periode 2014–2018 berakhir 18 Desember 2018. ”Pelantikan menyesuaikan dengan jadwal Pak Menteri. Pelantikan dilakukan di Jakarta,” pungkasnya.

Sementara itu, Muh. Syarif mengucapkan syukur atas terpilihnya kembali sebagai rektor UTM. Dia akan menjalankan amanah sebaik mungkin agar UTM terus mencetak generasi emas dan terus berkontribusi memajukan bangsa. ”Akan kami jalankan sebaik mungkin amanah ini,” ucapnya.

(mr/bam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia