Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan
Penanganan Kasus Korupsi Lamban

Puluhan Aktivis Geruduk Kantor Kejari

11 Desember 2018, 20: 28: 11 WIB | editor : Abdul Basri

SAMPAIKAN TUNTUTAN : Puluhan demonstran menyampaikan tuntutan di depan Kantor Kejari Pamekasan, Selasa (11/12).

SAMPAIKAN TUNTUTAN : Puluhan demonstran menyampaikan tuntutan di depan Kantor Kejari Pamekasan, Selasa (11/12). (RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Puluhan aktivis gabungan sejumlah organ taktis di Pamekasan mendatangani Kantor Kejari setempat, Selasa (11/12) pukul 11.00. Mereka protes penanganan kasus korupsi masih lamban. 

Salah satunya kasus dugaan korupsi bantuan raskin di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Hingga saat ini kasus itu tidak jelas kelanjutannya. Padahal, laporan sudah masuk cukup lama.

Sedikitnya empat organ taktis bergabung menyampaikan aspirasi. Di antaranya, Samar, BMM, Kapak, Prahara dan Formasi. Mereka bergantian orasi di depan Kantor Kejari.

Empat poin yang mereka sampaikan kepada Kejari. Massa menuntut usut tuntas kasus korupsi di Pamekasan. Meminta Kejari transparan dalam penyelesaian kasus dugaan penggelapan Raskin di Desa Larangan Tokol. 

Selain itu, mereka mendesak tegakkan supremasi hukum di Kota Gerbang Salam. Terakhir, mereka mengancam akan membawa massa lebih banyak jika semua tuntutan tidak diindahkan.

Ketua Formasi, Iklal mengatakan korupsi harus di usut tuntas. "Masyarakat Larangan Tokol harus mendapatkan hak nya kembali, karena sudah beberapa tahun masyarakat kehilangan haknya mendapatkan Raskin," teriak Iklal saat orasi.

Kasi Intel Kejari Pamekasan Sutriyono saat menemui pendemo berjanji menyelesaikan kasus raskin di Desa Larangan Tokol. Pihaknya mengaku senang bisa menemui masyarakat dan aktifis langsung.

"Kejari akan menindaklanjuti kasus ini. Namun prosesnya bertahap. Masih kami pelajari," ungkapnya. (Santi Stia Wardani)

(mr/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia