Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Gara-Gara Kebakaran, 600 Buku Itu Tak Bisa Dibaca Lagi

11 Desember 2018, 05: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TAK TERSELAMATKAN: Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melalap ruang perpustakaan SDN Gunung Sekar 6, Kota Sampang.

TAK TERSELAMATKAN: Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melalap ruang perpustakaan SDN Gunung Sekar 6, Kota Sampang. (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Warga di Jalan Manggis, Kelurahan Gunung Sekar, Kota Sampang, dikejutkan dengan kebakaran di SDN Gunung Sekar 6 Senin (10/12). Api menghanguskan ruang perpustakaan sekolah tersebut. Untungnya, saat kejadian siswa dan guru sudah pulang.

Rusidi, warga yang rumahnya tidak jauh dari SDN Gunung Sekar 6, menuturkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00. Kobaran api diketahui sejumlah anak kecil yang bermain kelereng di halaman sekolah. Karena panik, mereka berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Rusidi bergegas menuju teriakan anak-anak tersebut untuk mengecek keadaan. Ternyata api sudah membesar dan  kepulan asap keluar dari atap dan jendela. Dia tidak bisa berupaya memadamkan api karena ruang perpustakaan dikunci.

Melihat kobakaran api semakin besar, pria 47 tahun itu segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta pertolongan. Sekitar lima menit kemudian, petugas pemadam kebakaran (damkar) datang ke lokasi. Mereka lantas bergegas memadamkan kobaran api.

”Saya tidak tahu apa penyebab kebakaran. Saat sampai di lokasi saya melihat kobaran api sudah besar dan menimbulkan kepulan asap hitam,” ujar Rusidi.

Kepala SDN Gunung Sekar 6 Sofiyatun Hidayati mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran. Dia mengatakan, sebelum pulang dirinya mengecek seluruh kelas termasuk perpus, tetapi tidak ditemukan tanda-tanda yang bisa mengakibatkan kebakaran.

”Saya menyuruh petugas jaga sekolah untuk mengunci semua ruangan, termasuk musala dan toilet. Saya  tahu kejadian kebakaran ini setelah ditelepon salah satu guru,” katanya.

Kebakaran mengakibatkan semua buku di perpus hangus. Termasuk meja, kursi, dan rak buku. Di ruangan itu juga tersimpan sejumlah barang-barang sekolah yang tidak terpakai.

”Semua buku koleksi rusak. Ada sekitar 600 eksemplar yang terdiri atas buku pelajaran dan bacaan. Gedung itu dibangun pada 2010 dan digunakan sebagai ruang UKS,” paparnya.

Kasi Ops Damkar Satpol PP Sampang Maftuh Fathurrahman menyatakan, sekitar pukul 13.11 pihaknya mendapat laporan masyarakat bahwa terjadi kebarakan. Pihaknya segera menerjunkan tim damkar ke lokasi dengan satu unit mobil tangki.

Upaya pemadaman api dilakukan dengan merelokasi benda di sekitar lokasi. Kemudian, dilakukan pemadaman dan pembasahan terhadap seluruh sisi ruangan tersebut.  Api bisa dijinakkan dalam jangka waktu 30 menit.

”Pukul 13.16 kami sudah sampai di lokasi dan memadamkan kobaran api,” tuturnya. Upaya pemadaman dilakukan dengan merelokasi benda yang ada di sekitar lokasi. Kemudian dilakukan proses pemadaman dan pembasahan terhadap seluruh sisi raungan.  Api bisa dijinakkan dalam jangka waktu 30 menit.

”Dugaan sementara, api berasal dari tumpukan buku di rak bagian timur. Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara,” tukas dia.

(mr/hud/nal/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia