Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan
Ajari Pelaku UMKM Jualan Online

Wujudkan Kota Industri, Utamakan Kearifan Lokal

10 Desember 2018, 13: 56: 17 WIB | editor : Abdul Basri

MERAKYAT: Bupati Abdul Latif Amin Imron (berkacamata) berfoto bersama tamu undangan dan pelaku UMKM di Gedung Pendapa I.

MERAKYAT: Bupati Abdul Latif Amin Imron (berkacamata) berfoto bersama tamu undangan dan pelaku UMKM di Gedung Pendapa I. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) menggelar forum sosialisasi belanja dan jual online Minggu (9/12). Sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Bangkalan.

Acara di Pendapa I Kantor Bupati Bangkalan itu dibuka Bupati Abdul Latif Amin Imron. Dihadiri Direktrur IKPM Kemenkominfo Septriana Tangkary, staf ahli Kemenkominfo Bidang Hukum Henri Subiakto, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bangkalan Zaenab Latif. Panitia menghadirkan perwakilan e-commerce dan blibli.com sebagai narasumber.

Melalui sosialisasi itu, Septriana Tangkary berharap pelaku UMKM di Bangkalan dapat mengambil banyak ilmu. Dengan begitu, pelaku usaha juga bisa memasarkan produknya melalui online. ”Barang-barang Indonesia yang ada di Bangkalan harus kita masukkan ke marketplace sehingga dunia tahu,” katanya.

Dalam pidatonya, Bupati Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, acara tersebut sesuai dengan visi misinya. Sebab, salah satu tujuan pembangunan pemkab yaitu mewujudkan Bangkalan sebagai kota industri dan perdagangan yang mengutamakan kearifan lokal. ”Diharapkan juga memiliki produk-produk yang sangat banyak dan mampu mengisi wilayah pasar yang luas,” terangnya.

Kepala Diskominfo Bangkalan Bambang Setiawan mengaku sengaja mengundang 235 pelaku UMKM. Dia berharap, mereka bisa memasarkan produknya melalu sistem online. Di era yang serbacanggih ini banyak pelaku usaha dan pedagang biasa yang gulung tikar. Sebab, pelaku usaha dan pedagang banyak kebingungan untuk menjual produknya. ”Toko, pasar sudah banyak tutup karena banyak bersaing dengan berjualan dengan online,” tuturnya.

Pria yang juga Plt kepala satpol PP itu berkomitmen mendorong pelaku usaha agar produk yang dihasilkan laku di pasaran. Dengan begitu, keberlangsungan pelaku usaha kian terjamin. ”Kita memfasilitasi UMKM agar lebih berkembang, lebih maju lagi,” katanya.

Bambang mengutarakan, pelaku UMKM sudah mulai harus mengikuti perkembangan zaman. Khususnya dalam hal penjualan produk, yang juga harus dilakukan dengan sistem online. ”Acara ini untuk membuka wawasan pelaku usaha kecil menengah agar mengikuti perkembangan zaman,” tandasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia