Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Saksi Kasus Penembakan Dapat Ancaman

10 Desember 2018, 11: 23: 40 WIB | editor : Abdul Basri

Saksi Kasus Penembakan Dapat Ancaman

Share this      

SAMPANG – Pengungkapan kasus dugaan pembunuhan dengan cara ditembak terus dilakukan polisi. Aparat penegak hukum mengembangkan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Akan tetapi hingga kemarin, masih tetap satu tersangka yang ditahan polisi. Yakni Idris, 31, warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Dia diduga sebagai eksekutor penembakan Subaidi. Sementara Hasan Ambon yang diduga penjual senjata api (senpi) masih buron.

Tercatat sudah 16 saksi yang diperiksa polisi. Meliputi saksi kasus pembunuhan dan kasus kepemilikan senjata api. Terbaru, sejumlah saksi yang diperiksa mulai memperoleh teror dan ancaman.

Istri korban penembakan yakni Nurfaizah, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah meminta kepada aparat kepolisian supaya memberikan keamanan kepada seluruh saksi yang sudah diperiksa.

Salim Segav, juru bicara Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) membenarkan sejumlah saksi memperoleh ancaman dan teror dari orang tak dikenal. Menurut dia, apa pun bentuk ancamannya, pihaknya berharap polisi menindaklanjuti. ”Sudah kami sampaikan kepada Kapolres berkaitan dengan ancaman kepada saksi,” tegasnya.

Dia meminta polisi memberikan kepastian keamanan kepada seluruh saksi dalam kasus penembakan tersebut. Agar saksi yang sudah memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya tidak tertekan. ”Yang terlibat kasus ini mafia. Maka dari itu, kami minta polisi menjamin keamanan saksi,” harapnya.

Pihaknya berharap polisi segera menangkap Hasan Ambon yang diduga sebagai penjual senpi kepada Idris. Menurut Salim Segav, anggapan masyarakat luar biasa terhadap Hasan Ambon. ”Jangan sampai label kebal hukum terus menggema di telinga masyarakat,” pungkasnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman membenarkan ada laporan bahwa sejumlah saksi mendapat ancaman. Dia sudah memerintahkan anggota di polsek jajaran untuk memberikan pengamanan kepada saksi. ”Kami akan berikan pengamanan melalui polsek jajaran,” terangnya.

Budi Wardiman menegaskan, keamanan saksi merupakan tanggung jawab polisi. Segala kemungkinan akan ditindaklanjuti oleh polisi. ”Kalau pengamanannya dari polres terlalu jauh, jadi kami pasrahkan ke polsek,” tegasnya.

Berkaitan dengan Hasan Ambon yang masih buron, Kapolres menegaskan sedang melakukan upaya penangkapan dan pelacakan. ”Kami pastikan tidak ada yang kebal hukum. Yang salah harus diadili,” tandasnya.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia