Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Alumni Bata-Bata Datangi Polres

Pertanyakan Perkembangan Kasus Subaidi

08 Desember 2018, 12: 18: 40 WIB | editor : Abdul Basri

KAWAL KASUS SUBAIDI: Ratusan alumnus Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan ditemui Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman di masjid polres.

KAWAL KASUS SUBAIDI: Ratusan alumnus Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan ditemui Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman di masjid polres. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Ratusan warga yang tergabung dalam Ikatan Alumni Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) mendatangi Polres Sampang Jumat siang (7/12). Mereka menanyakan perkembangan penanganan kasus penembakan yang merenggut nyawa Subaidi, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah.

Ratusan alumnus ditemui Kapolres AKBP Budi Wardiman beserta para perwira dan Kasat di masjid Polres Sampang. Di tempat itu, para petinggi polres menjelaskan secara gamblang perkembangan penanganan kasus pembunuhan berencana itu.

Juru bicara Ikaba Salim Segav mengatakan, salah satu poin penting kedatangannya adalah memberikan dukungan kepada Polres Sampang dalam menangani kasus pembunuhan berencana yang menimpa alumnus Bata-Bata itu. ”Ini berangkat dari keingintahuan masyarakat bawah mengenai perkembangan kasusnya. Ikaba memfasilitasinya karena korban merupakan bagian dari Ikaba,” katanya.

Pihaknya juga menanyakan perkembangan dan upaya penangkapan Hasan Ambon selaku penjual senjata api (senpi) kepada Idris yang kemudian digunakan menembak Subaidi. Sampai saat ini tersangka Hasan Ambon masih buron.

Salim juga mempertanyakan terkait pen gun, barang bukti pertama yang diserahkan Idris kepada polisi. Saat itu Kapolres menyampaikan bahwa pen gun tersebut diperoleh dari seorang berinisial S, warga Kecamatan Sokobanah. Itu berdasar pengakuan Idris. ”Kami meminta kepada Kapolres supaya semua yang terlibat dalam kasus ini diusut tuntas, termasuk S,” paparnya.

Ikaba akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Bahkan, pembunuhan berencana yang menimpa alumnus pesantren di Pamekasan ini sudah menjadi perhatian para alumni se-Indonesia. ”Kami harap aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan dan pengadilan tidak main-main menangani kasus ini,” pungkasnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan berencana itu. Dia juga berjanji mengusut kepemilikan senpi yang digunakan pelaku.Polisi sudah mengkeler Idris ke rumah S. Namun, S diketahui sudah berangkat ke Malaysia. ”Tidak kami tetapkan sebagai tersangka karena saksinya tak cukup. Hanya keterangan dari Idris saja,” paparnya.

Saat ini polisi fokus mengejar Hasan Ambon. Pihaknya meminta Ikaba membantu memberikan informasi. ”Jangan tangkap sendiri. Jika tahu dia di mana, langsung hubungi kami. Kami akan tangkap,” pintanya.

Budi juga mengungkapkan, berkas Idris segera dilimpahkan ke Kejari Sampang. Besok atau lusa pihaknya akan mengambil hasil visum dan hasil forensik ke Polda Jawa Timur untuk melengkapi berkas tersangka. Paling lambat berkas akan dilimpahkan Selasa (11/12).

Sementara tersangka  tetap ditahan di mapolres. Sebab, masih banyak keterangan yang perlu dikembangkan. Berkas Idris dan Hasan Ambon berbeda. Pelimpahan Idris menyusul karena masih perlu diperiksa lebih jauh. Termasuk kepemilikan senjata apinya. ”Kami gunakan pasal pembunuhan berencana dan undang-undang darurat,” terang Budi.

Nurcholish selaku kuasa hukum keluarga Subaidi menegaskan, jika berkas tersangka sudah dinyatakan lengkap, polisi tidak perlu menunggu lama. Harus segera dilimpahkan ke kejaksaan. ”Kami akan mengawal supaya pasal yang digunakan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan tersangka,” singkatnya.

Sementara itu, Nur Faizah berharap proses hukum terhadap kasus pembunuhan berencana kepada suaminya dilaksanakan dengan seadil-adilnya. Menurut dia, pelaku harus diberikan hukuman yang setimpal. ”Hukum berat pelaku. Kalau bisa berikan hukuman mati. Dia telah mengambil tulang punggung keluarga kami,” harapnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia