Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon-featured
Sportainment
Derbi Madura Berjalan Aman

Laskar Sape Kerrap Makin Termotivasi Lawan Persela

07 Desember 2018, 01: 13: 20 WIB | editor : Abdul Basri

SENGIT: Winger Madura United Engelberd Sani (kanan) berebut bola dengan stoper Madura FC Chairul Rifan di Stadion Achmad Yani, Sumenep.

SENGIT: Winger Madura United Engelberd Sani (kanan) berebut bola dengan stoper Madura FC Chairul Rifan di Stadion Achmad Yani, Sumenep. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

SUMENEP – Tak ada nyanyian rasis. Tak ada perseteruan antar pemain ataupun antar ofisial kedua tim layaknya pertandingan derbi pada umumnya. Itulah suasana pertandingan antara Madura FC menghadapi Madura United di Stadion Achmad Yani, Sumenep, Kamis sore (6/12).

Kedua tim menunjukkan sikap fair play sebagai pesepak bola profesional. Pertandingan bukannya berjalan membosankan. Justru, pertandingan berjalan seru dan menegangkan. Pasalnya, sejak babak pertama tim tuan rumah memimpin laga 1-0.

Gol Madura FC itu tercipta di menit ke-21 melalui sepakan striker mereka Joko Prayitno yang menerima umpan Gufroni Al-Ma’ruf. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai.

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Memasuki babak kedua, skuad Madura United mulai mencoba mengambil alih permainan. Beberapa kali upaya untuk membongkar pertahanan Laskar Jokotole selalu dilakukan, hingga akhirnya gawang yang dijaga Sukasto Efendi itu bobol.

Sepakan keras Engelberd Sani sebenarnya sempat ditepis Sukasto. Namun, bola mengarah ke atas dan membentur mistar gawang. Tidak berhenti di situ. Bola rebound justru mengarah ke kepala Sukasto dan akhirnya bola bergulir masuk ke gawangnya sendiri.

Gol bunuh diri kiper Madura FC itu berhasil membuat skor menjadi sama, yakni 1-1. Sayangnya kesalahan dalam mengantisipasi serangan Madura United justru berbuah gol kedua tim tamu. Bola yang disangka akan dibuang oleh Bayu Gatra karena ada pemain yang cedera, justru terus digiring ke jantung pertahanan Madura FC.

Kemudian, dia melepaskan umpan kepada Engelberd Sani yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa ampun, sang winger melepas tendangan untuk mencetak gol kedua bagi tim dan dirinya dalam laga tersebut.

Tepatnya di menit ke-70, skuad Laskar Sape Kerrap unggul 1-2. Setelah gol tersebut bergantian striker Madura United Imam Bagus Kurnia mencetak gol ketiga di menit ke-77. Gol penutup dicetak Fabiano Beltrame dimenit ke-83 melalui titik putih.

Kemenangan ini membuat Madura United melenggang ke babak 32 besar Piala Indonesia 2018. Sementara Madura FC yang datang dengan persiapan latihan hanya sehari, harus merelakan gugur terlebih dulu.

Fachruddin Wahyudi dkk senang atas hasil ini. Mereka memang cukup lama tak merasakan euforia kemenangan. ”Kemenangan ini tentu memotivasi kami untuk menghadapi Persela di pertandingan selanjutnya di Liga 1. Semua pemain termotivasi,” ujar pelatih Madura United Gomes de Olivera setelah pertandingan.

Sementara itu, dia mengomentari soal terjadinya dua pergantian pemain di babak pertama. Yaitu, ditarik keluarnya Mamadou Samassa dan Junda Irawan yang digantikan oleh Engelberd Sani dan Andik Rendika Rama.

”Itu kesulitan yang kami selalu hadapi di setiap pertandingan. Samassa sakit pada waktu pemanasan, terpaksa kami harus ganti dia,” jelas Gomes. Samassa memang menderita cedera dan berlatih terpisah dengan tim meski ikut rombongan ke Sumenep.

Sementara itu, Pelatih Madura FC Achmad Nurosadi bersyukur karena pertandingan berjalan dengan aman dan damai. ”Alhamdulillah, pemain kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan luar biasa,” ujarnya.

Hasil ini menurut Nurosadi sangat mengecewakan. ”Kekalahan dengan skor 1-4 ini memang sangat buruk bagi sebuah tim. Tapi, semua tahu jika kami datang hanya melakukan latihan sehari,” jelas Nurosadi.

(mr/dam/luq/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia