Senin, 19 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

PKL Melawan, Penertiban Gagal

Pedagang Butuh Solusi Nyata

04 Desember 2018, 20: 05: 58 WIB | editor : Abdul Basri

TAK GENTAR: Puluhan PKL Arek Lancor berkumpul menolak penertiban yang dilakukan Satpol PP Pamekasan.

TAK GENTAR: Puluhan PKL Arek Lancor berkumpul menolak penertiban yang dilakukan Satpol PP Pamekasan. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Bermain Arek Lancor gagal Senin (3/11). Pedagang melakukan perlawanan saat rombong mereka hendak dipindah.

Alasan penolakan itu lantaran pedagang tidak diberi tahu jauh-jauh hari mengenai penertiban tersebut. Pemerintah juga tidak memberi solusi tempat lain selama penertiban berlangsung.

Pembina PKL Arek Lancor M. Alfian mengatakan, kebijakan penertiban itu tidak pro rakyat kecil. Pemerintah terkesan arogan karena tidak menyosialisasikan secara persuasif kepada pedagang.

Selain itu tidak ada solusi yang ditawarkan. Pemerintah tidak memberi pilihan tempat lain selama penertiban. Akibatnya, PKL kebingungan akan pindah ke mana. Sementara, aktivitas perdagangan harus tetap berlangsung.

Menurut dia, satu-satunya penghasilan PKL dari hasil berjualan itu. Jika tidak berjualan, perekonomian pedagang mandek dan tidak ada biaya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. ”Setiap hari harus tetap berjualan,” tegasnya.

Alfian menuding penertiban tersebut bukan untuk kepentingan masyarakat. Tetapi, hanya untuk menyerap anggaran yang ada. Apalagi, anggaran penertiban PKL itu sangat tinggi.

Pada APBD Perubahan 2018, anggarannya mencapai Rp 500 juta. Personel yang dilibatkan dari berbagai instansi pemerintah. Yakni, polisi, TNI, CPM, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan.

Alfian meminta kebijakan tersebut dikaji ulang. Apalagi, penentuan zonasi kawasan Arek Lancor tidak jelas. PKL berjualan di luar pagar. Menurut pemahaman PKL, kawasan taman bermain yang dilarang untuk berjualan itu di dalam pagar.

Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Pamekasan Misyanto belum memberikan keterangan. Sebelumnya, dia mengaku sudah menyosialisasikan penertiban PKL tersebut.

Hasilnya, PKL mengaku bakal pindah dan menaati peraturan yang berlaku. Sebab, PKL tetap diperbolehkan berjualan pada pukul 16.30 hingga pukul 22.00. Kemudian, di akhir pekan boleh berjualan seperti hari biasa.

Untuk diketahui, Pemkab Pamekasan berencana menertibkan PKL di Area Arek Lancor. Penertiban itu berlandaskan Perbup Nomor 31 Tahun 2016 tentang perubahan atas Perbup Nomor 38 Tahun 2009 tentang juklak Perda Nomor 5 Tahun 2008 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. 

(mr/pen/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia