Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Mobil Hasan Ambon Terdeteksi

04 Desember 2018, 12: 32: 03 WIB | editor : Abdul Basri

BURON: Kapolres Sampang menunjukkan DPO kasus kepemilikan senpi bernama Hasan Ambon.

BURON: Kapolres Sampang menunjukkan DPO kasus kepemilikan senpi bernama Hasan Ambon. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG - Polres Sampang dan Polda Jawa Timur belum mendeteksi buron kasus kepemilikan senjata api (senpi) bernama Hasan Ambon. Polisi hanya bisa mendeteksi keberadaan mobil yang biasa digunakan pria 55 tahun asal warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, tersebut.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menerangkan, kendaraan yang biasa digunakan tersangka itu Minggu malam (2/12) berada di wilayah Kecamatan Karang Penang. Namun, petugas tidak memeriksa kendaraan tersebut.

Setelah dilakukan pengintaian, mobil itu tidak digunakan Hasan alias Asan,melainkan orang lain. Karena itu, anggotanya hanya melakukan pemantauan dan terus membuntuti kendaraan tersebut.

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Selain itu, tim IT yang mendeteksi dari nomor ponsel DPO belum bisa memastikan keberadaannya. Sebelumnya buron tersebut terdeteksi di wilayah Pamekasan. Setelah didekati, nomor itu dipegang orang lain. Kesimpulan sementara, tersangka sengaja menjalankan nomor yang biasa digunakan. ”Nomornya sengaja dijalankan untuk mengecoh. Ini bagian dari siasat,” jelasnya Senin (3/12).

Polres Sampang juga berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mem-black list nama Hasan guna mencegahnya melarikan diri ke luar negeri. ”Siapa pun yang melihat keberadaan Hasan Ambon segera informasikan ke polres atau polsek setempat,” ujarnya.

Budi menegaskan, dua senjata api jenis pen gun dan pistol Pietro Beretta sementara masih milik Idris. Sampai saat ini, belum ada keterangan saksi yang menyatakan salah satu senjata milik orang lain. 

Terkait keterangan palsu Idris, tidak ada yang mengatur. Itu merupakan perencanaan dia sendiri. ”Idris ini tiap hari terus diperiksa untuk memastikan apakah masih ada kebohongan-kebohongan lain,” paparnya.

Saksi yang diperiksa terus bertambah. Saksi yang dipanggil diperiksa secara terpisah. ”Sudah ada enam belas saksi yang diperiksa. Meliputi saksi yang berkaitan dengan pembunuhan berencana dan saksi kepemilikan senjata api Idris dan DPO Hasan Ambon,” ujarnya.

Hasan Ambon ditetapkan sebagai DPO kasus kepemilikan senpi ini pada Kamis (29/11). Dia disangka menjual senjata api (senpi) Rp 5 juta kepada Idris yang digunakan untuk menembak Subaidi hingga meninggal.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia