alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Butuh Solusi, Pasar Tumpah Picu Kemacetan

02 Desember 2018, 19: 08: 21 WIB | editor : Abdul Basri

ATUR LALU LINTAS: Petugas Dinas Perhubungan Pamekasan berusaha mengurai kemacetan di jalan raya depan Pasar Waru.

ATUR LALU LINTAS: Petugas Dinas Perhubungan Pamekasan berusaha mengurai kemacetan di jalan raya depan Pasar Waru. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Kemacetan lalu lintas tidak bisa dihindari di sejumlah jalan raya depan pasar tradisional. Pemicunya, pedagang menggelar dagangan sampai ke bahu jalan. Diperparah pengunjung pasar kerap memarkir kendaraan sembarangan.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pada hari pasaran arus lalu lintas di sejumlah jalan raya depan pasar tradisional macet. Di antaranya, di Pasar Keppo, Kecamatan Larangan; Pasar Waru; Pasar Proppo; dan Pasar 17 Agustus di Kota Pamekasan.

Kemacetan lalu lintas sangat mengganggu. Tidak sedikit masyarakat mengeluhkan kemacetan yang membosankan itu. ”Banyak pengendara mengeluh,” kata Harun Sabtu (1/12).

Baca juga: Penderita HIV Terus Bertambah, Virus Dibawa dari Luar Bangkalan

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Dia menyatakan, harus ada solusi dari pemerintah untuk mengurai kemacetan itu. Sosialisasi dan pembinaan kepada pedagang pasar perlu dilakukan secara intens. Penertiban kendaraan yang parkir sembarangan perlu dilakukan secara tegas.

Pemerintah bisa menurukan personel satpol PP dan dinas perhubungan (dishub) untuk mengurai kemacetan. Bisa juga bekerja sama dengan polisi untuk membantu menertibkan lalu lintas.

Harun menyampaikan, masyarakat memiliki hak mendapat akses jalan lancar. Terutama di jalan nasional yang biasanya laju kendaraan rata-rata tinggi. ”Harus segera ada solusi. Jangan anggap sepele persoalan kemacetan ini,” ujarnya.

Politikus PKS itu mengatakan, penertiban dan sosialisasi merupakan cara termudah yang bisa dilakukan pemerintah. Solusi lain, melakukan pengembangan pasar. ”Pedagang berjualan di bahu jalan bisa jadi karena pasar terlalu sesak. Makanya pasar perlu dibenahi,” usulnya.

Dia melanjutkan, tidak ada lahan parkir yang memadai di sekitar pasar tradisional sehingga kendaraan parkir sembarangan. Pengembangan lahan parkir butuh anggaran yang harus melalui proses dan tahapan yang berlaku.

Menurut Harun, persoalan kemacetan lalu lintas cenderung disepelekan. Padahal bisa berdampak fatal. Salah satunya, kecelakaan karena pengendara tidak tertib. ”Kami mendesak segera ada solusi, kasihan pengendara,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, upaya mengurai kemacetan dilakukan. Salah satunya bekerja sama dengan dishub dan polisi.

Namun, masih ditemui kemacetan akibat pasar tumpah. Pihaknya terus berupaya menertibkan pedagang yang berjualan di bahu jalan. ”Pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan juga melibatkan polisi,” klaimnya. 

(mr/pen/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news