Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Jatim Terseret, Hasan Ambon Buron

30 November 2018, 11: 23: 46 WIB | editor : Abdul Basri

BERBAHAYA: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman didampingi Kasatreskrim AKP Hery Kusnanto kemarin menunjukkan surat edaran penetapan DPO penjual pistol yang digunakan Idris menembak Subaidi.

BERBAHAYA: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman didampingi Kasatreskrim AKP Hery Kusnanto kemarin menunjukkan surat edaran penetapan DPO penjual pistol yang digunakan Idris menembak Subaidi. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

SAMPANG - Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang kembali mengamankan satu orang, yakni Jatim. Warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah ini diduga membantu menyimpan senpi setelah digunakan Idris menembak Subaidi.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pihaknya mengamankan satu orang yang membantu menyembunyikan tersangka pelaku penembakan beserta senpi usai kejadian. Sejak kemarin, Jatim berada di ruang tahanan Mapolres Sampang.

”Kami amankan satu orang lagi. Ini perannya diduga menyembunyikan tersangka dan senpi usai melakukan penembakan,” kata Kapolres.

Tersangka berupaya mengalihkan jenis senjata yang digunakan menembak korban. Yaitu, dari pistol Pietro Beretta ke jenis pen gun. Caranya, senjata asli disembunyikan dan senjata pen gun diserahkan ke polisi.

Sehari setelah kejadian penembakan, yakni pagi harinya, tersangka Idris meledakkan sendiri senjata jenis pen gun. Itu untuk mengelabui petugas kepolisian. ”Tersangka pada saat kejadian memegang dua senjata, pen gun dan pistol Pietro Beretta,” ungkap Budi Wardiman.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pistol Pietro Beretta yang digunakan menembak Subaidi hingga meninggal diperoleh dari Hasan Ambon, warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Idris membeli senpi itu seharga Rp 5 juta pada Agustus 2018.

Polisi sudah menetapkan Hasan Ambon dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi sebenarnya sudah melakukan penggerebekan di rumah Hasan Ambon, namun yang bersangkutan tidak ada.

Isu yang berkembang di masyarakat pantura Sampang, tersangka Idris sudah lama memiliki senpi tersebut. Warga pantura banyak yang mengetahui bahwa Idris memegang pistol sejak 2017. Sebab, Idris kerap menggunakan pistol itu untuk mengancam pemangku kebijakan di tingkat desa.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia