Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Penyidik Periksa Sebelas Saksi

Tim Gabungan Polda Dua Kali Olah TKP Kasus Penembakan

28 November 2018, 11: 22: 44 WIB | editor : Abdul Basri

BERDARAH DINGIN: Idris (kanan), tersangka penembakan tampak tersenyum saat dibawa polisi dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan Polres Sampang.

BERDARAH DINGIN: Idris (kanan), tersangka penembakan tampak tersenyum saat dibawa polisi dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan Polres Sampang. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Kasus penembakan terhadap Subaidi yang diduga dilakukan Idris ditangani serius aparat kepolisian. Polres Sampang melibatkan tim khusus yang diterjunkan dari Polda Jawa Timur.

Hingga Selasa (27/11), sudah sebelas saksi yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Sampang. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara intensif di Mapolsek Sokobanah.

Tak hanya itu, tim Polda Jawa Timur sudah dua kali turun ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti (BB). Seperti selongsong peluru dan barang bukti lainnya seperti motor yang digunakan tersangka Idris.

”Istri korban telah diperiksa. Semuanya sudah ada sebelas saksi yang kami periksa,” kata Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman Selasa (27/11).

Dia menegaskan bahwa tim gabungan dari polres dan polda menggunakan metal detector untuk mencari barang bukti yang belum ditemukan. ”Semua saksi yang datang ke TKP akan diperiksa. Kami tidak boleh berasumsi, menunggu hasil penyidikan yang masih berjalan,” jelasnya.

Berkaitan dengan nomor yang menelepon dan meminta korban untuk memasang gigi di Desa Sokobanah Laok, Budi Wardiman mengaku polisi sedang mendata penelepon itu dengan bantuan tim cyber dan IT. Untuk sementara, tindak pidana yang diduga dilakukan tersangka mengarah pada pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

”Dasar yang mengarah ke pembunuhan berencana karena tersangka membawa senjata api. Apa tujuannya membawa senjata api kalau tidak ke situ. Sementara, itu yang kami jadikan rujukan sambil lalu nanti dibantu fakta-fakta dan barang bukti di lapangan,” paparnya.

Budi Wardiman menyatakan, polisi masih akan menguji seluruh fakta dan keterangan di lapangan. Progres penyidikan kasus itu akan terus disampaikan kepada publik dan keluarga korban.

”Tiap hari kami terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi. Kami lakukan akurasi untuk menguji kebenarannya,” terang dia.

Kapolres berjanji akan mengusut tuntas dari mana senjata api itu didapat tersangka. Berkaitan dengan kemungkinan ada tersangka lain, pihaknya belum bisa memastikan dan belum mengarah ke sana.

”Kami fokus di satu tersangka, belum ada yang mengarah ke tersangka lain. Tapi, penyidikan tetap kami kembangkan,” ujarnya.

Budi Wardiman mengaku bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata berkaitan dengan kasus tersebut. Pihaknya meminta penanganan kasus itu diserahkan sepenuhnya kepada penegak hukum.

Nur Faizah, istri korban, mengaku sudah menyampaikan keterangan kepada polisi sesuai dengan yang disampaikan suaminya setelah kejadian penembakan dan sebelum meninggal. Dia meminta polisi tegas dan adil menangani kasus itu. ”Hukum pelaku seberat-beratnya. Mas Subaidi tulang punggung kami,” katanya.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia