Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Madura Events

Tingkatkan Kompetensi Literasi Guru

Wabup Raja’e Apresiasi Program Ayo Menulis

28 November 2018, 11: 17: 56 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Suasana pelatihan guru Ayo Menulis di Auditorium Aifa Husada.

SERIUS: Suasana pelatihan guru Ayo Menulis di Auditorium Aifa Husada. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Ratusan guru SD di wilayah Pamekasan mengikuti pelatihan Ayo Menulis di Auditorium Aifa Husada Selasa (27/11). Kegiatan yang digelar Jawa Pos Radar Madura (JPRM) bersama Disdik Pamekasan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Raja’e.

Pelatihan guru Ayo Menulis pada hari pertama turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Moch.Tarsun, Kabid Pendidikan SD Rusdiyadi, dan sejumlah korwil kecamatan se-Pamekasan. Direktur JPRM Abd. Aziz dan GM M. Tojjib juga hadir pada kegiatan tersebut.

Pelatihan itu diisi oleh dua pemateri. Yaitu, Dosen UTM Arif Muntasa dan GM JPRM M. Tojjib. Program Ayo Menulis akan dilanjutkan hingga hari ini. Peserta terdiri atas guru SD dan guru SMP.

AKRAB: Wabup Raja’e bersama keluarga besar Disdik Pamekasan menghadiri pelatihan guru Ayo Menulis.

AKRAB: Wabup Raja’e bersama keluarga besar Disdik Pamekasan menghadiri pelatihan guru Ayo Menulis. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Raja’e mengapresiasi program Ayo Menulis. Tokoh asal pantura itu menilai, pelatihan Ayo Menulis inovatif dan dapat meningkatkan kompetensi guru, terutama di bidang literasi. ”Atas nama Pemkab Pamekasan kami senang sekali dengan apa yang digagas JPRM dan disdik. Kami berharap guru-guru bisa menulis dengan baik,” ucapnya.

Wabup berharap, melalui kegiatan Ayo Menulis ini, guru yang telah mengikuti pelatihan dapat menulis karya ilmiah. Baik menulis buku maupun opini di media massa. Harapannya, muncul ide-ide cemerlang dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Gerbang Salam.

Dia meyakini, kualitas pendidikan di Pamekasan salah satunya juga bergantung pada kualitas guru. ”Masa depan generasi kita berada di tangan guru. Jika guru bisa menulis dengan baik, bisa membuat karya ilmiah dengan baik, sejatinya telah membuat generasi yang luar biasa,” terangnya.

Dia menjelaskan, kebesaran Islam masa lalu tidak lepas dari lahirnya para intelektual dan penulis muslim. Banyak ulama yang memiliki karya atau karangan kitab yang masih relevan sampai saat ini.

”Banyak buku yang dikarang ulama terdahulu. Baik persoalan ekonomi, keumatan, kebangsaan, dan kebudayaan. Ini harus menjadi motivasi bagi kita,” ajaknya.

Raja’e berpesan, guru jangan pesimistis. Guru harus optimistis untuk belajar menulis. Meski berbagai kendala ada di hadapan mata.

”Bung Hatta menulis buku ketika ada di penjara. Ibu rumah tangga harus bisa menulis, pengusaha bisa menulis, akademisi bisa menulis, dan guru bisa menulis,” urainya.

Direktur JPRM Abd Aziz menyempaikan terima kasih kepada Pemkab dan Disdik Pamekasan yang telah berkenan bekerja sama dengan JPRM melaksanakan pelatihan guru Ayo Menulis. Kegiatan itu diharapkan menjadi wadah peningkatan komptensi guru. ”Kami harapkan, peserta mengikuti pelatihan ini secara maksimal,” ujarnya.

Aziz lalu mengucapkan selamat Hari Guru di hadapan segenap hadirin. ”Karena masih dalam nuasa Hari Guru, kami ucapkan selamat Hari Guru Nasional,” ujarnya.

(mr/sin/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia