alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Libatkan Pihak Ketiga Urus Sampah Medis

23 November 2018, 17: 21: 13 WIB | editor : Abdul Basri

JAGALAH KEBERSIHAN: Pengendara berada di dekat kontainer sampah B3 di belakang RSUD Syamrabu.

JAGALAH KEBERSIHAN: Pengendara berada di dekat kontainer sampah B3 di belakang RSUD Syamrabu. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Sebanyak 22 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di 18 kecamatan di Kota Salak tidak menyediakan kontainer sampah untuk bahan berbahaya dan beracun (B3) serta limbah medis. Pasalnya, puskesmas sudah memasrahkan kepada pihak ketiga.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo membenarkan bahwa 22 puskesmas belum memiliki kontainer sampah B3. Meski begitu, pihaknya mengklaim puskesmas tidak memerlukan adanya kontainer B3 untuk pembuangan sampah medis.

Sebab, lanjut dia, penyimpanan alat medis bekas atau yang habis dipakai ditampung di tempat pembungaan sementara (TPS). Tempat tersebut telah disediakan PT Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA) selaku rekanan yang melakukan pengangkutan sampah B3 puskesmas.

”Dari PT PRIA sudah mencukupi untuk puskesmas, asal pengambilan rutin,” kata dia kepada RadarMadura.id Kamis (22/11).

Kendati demikian, mantan kepala Puskesmas Blega itu mengatakan, untuk sampah nonmedis, selama ini puskesmas membuang sendiri ke tempat pembuangan akhir (TPA). ”Kalau kontainer limbah nonmedis sangat diperlukan di semua puskesmas,” tuturnya.

Pria yang biasa disapa Yoyok itu menambahkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak perihal penanganan sampah nonmedis itu. Sebab, persoalan sampah merupakan kewenangan dinas lingkungan hidup (DLH).

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) DLH Bangkalan Imam Syafri mengutarakan bahwa lembaganya belum menyediakan kontainer sampah untuk puskesmas. Meski begitu, dia menilai keberadaan kontainer sampah sangat penting untuk puskesmas. ”Seharusnya di setiap puskesmas itu (kontainer, Red) ada,” kata dia.

Dikatakan, hingga saat ini belum ada puskesmas yang meminta kontainer sampah ke lembaganya. Pihaknya mengaku akan menyediakan kontainer sampah nonmedis jika ada permintaan dari pihak puskesmas.

”Kami sudah menginfokan bahwa sampah rumah tangga (nonmedis, Red) yang harus disimpan di kontainer,” tandansya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news