Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

CPNS Tunggu Informasi Panselnas, BKPSDM Sumenep Pastikan Fair

21 November 2018, 21: 22: 19 WIB | editor : Abdul Basri

SRIKANDI: R Titik Suryati, Kepala BKPSDM Sumenep.

SRIKANDI: R Titik Suryati, Kepala BKPSDM Sumenep. (RadarMadura.id)

SUMENEP - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep memastikan tahapan seleksi CPNS berjalan fair. Penegasan itu disampaikan mengingat semua tahapan seleksi berjalan secara transparan dan objektif.

Kepala BKPSDM Sumenep R Titik Suryati menegaskan, pelaksanaan seleksi CPNS lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Hal itu didasarkan mekanisme seleksi yang semuanya transparan. Sehingga dipastikan semua tahapannya fair dan objektif. "Semua tahapan fair dan objektif," tegasnya kepada RadarMadura.id Rabu (21/11).

Sementara, untuk tahapan seleksi CPNS saat ini masih menunggu informasi dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). "Kemarin sudah kami setorkan rekap dari hasil seleksinya ke Panselnas. Sampai saat ini kami masih menunggu siapa saja yang dinyatakan lulus," katanya.

SEPI: Salah seorang warga sedang berjalan di depan kantor BKPSDM Sumenep di Jalan Dr Cipto Sumenep Rabu (21/11).

SEPI: Salah seorang warga sedang berjalan di depan kantor BKPSDM Sumenep di Jalan Dr Cipto Sumenep Rabu (21/11). (Ubay Shabaro/RadarMadura.id)

Dari informasi yang diperoleh RadarMadura.id, ada 1.880 peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Sedangkan yang dinyatakan masuk ambang batas hanya 80 peserta. Padahal, formasi untuk kouta CPNS di Sumenep tahun ini 372, sehingga tersisa 292 kouta.

Titik mengakui, pihaknya masih menunggu kebijakan dari pusat mengenai kekurangan tersebut. Kendati demikian, pihaknya menegaskan, untuk tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang merupakan seleksi tahap kedua setelah SKD sesuai ketentuan.  "Kami masih menunggu pengumuman dari Panselnas siapa saja yang berhak ikut tes SKB" pungkasnya. (rm6)

(mr/ayd/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia