Rabu, 21 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Features

Kisah Sukses Mahasiswa FH UTM Juara I Lomba Debat Konstitusi Nasional

21 November 2018, 10: 21: 04 WIB | editor : Abdul Basri

PATUT DICONTOH: Dari kiri, Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan saat diwawancarai JPRM di UTM Senin (19/11).

PATUT DICONTOH: Dari kiri, Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan saat diwawancarai JPRM di UTM Senin (19/11). (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Delapan bulan menempa diri, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM); yakni Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan; sukses meraih jura satu debat konstitusi nasional dalam ajang Gebyar Konstitusi 2018.

”Waalaikum salam,” ucap Wakil Dekan III FH UTM Mukhlish, S.H., M.H. menjawab salam RadarMadura.id yang berkunjung ke ruang kerjanya Senin (19/11). Dia menjabat tangan dan langsung mempersilakan koran ini duduk di sofa.

Mukhlish kemudian memanggil dosen FH Helmy Boemiya. Diskusi hangat pun tercipta di ruang itu. Boy, sapaan akrab Helmy Boemiya, turut serta dalam diskusi tersebut. ”Usaha keras kita selama ini tidak sia-sia,” ucap Boy.

”Akhirnya teman-teman menjadi juara satu debat konstitusi nasional di ajang Gebyar Konstitusi 2018,” sabungnya sambil tersenyum.

Mukhlish lalu meminta Boy memanggil tim debat yang meraih juara satu nasional itu. Tak lama, Boy kembali ke ruang wakil dekan tiga bersama Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan.

Tiga mahasiswa berprestasi itu pun mulai menceritakan semua persiapan hingga berhasil menjadi juara satu. Mereka tidak canggung berbincang-bincang dengan dosen. Kendati santai, ketiganya tetap sopan.

Koran ini meminta mereka didampingi para dosen untuk berfoto. Setelah itu, perbincangan dengan Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan dilanjutkan di taman kampus UTM.

Moch. Syahfudin mengatakan, sekitar delapan bulan lalu FH UTM melakukan penjaringan untuk ikut lomba. Kemudian diambil enam mahasiswa, dijadikan dua tim. Tim Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan dipersiapkan untuk mengikuti lomba debat konstitusi nasional.

Ajang Gebyar Konstitusi 2018 digagas Mahkamah Konstitusi (MK) bersama Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi (LeDHaK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Pelaksanaannya Jumat (16/11) hingga Minggu (18/11). Lomba debat konstitusi itu dilangsungkan di Unhas.

Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan intens melakukan pertemuan untuk belajar bersama dan menjaga kekompakan. ”Awalnya menunggu lama karena jadwal mundur. Setelah tema debat keluar, langsung kami kerjakan,” ucap Moch. Syahfudin, mahasiswa semester V itu.

Mahasiswa asal Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, itu mengungkapkan, langkah awal setelah tema debat turun, Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan langsung berkoordinasi dengan dosen pembina dan seluruh dosen FH. Kemudian mereka mulai menggarap mosi atau topik debat dan dipelajari secara matang.

Setelah mosi turun satu bulan sebelum pelaksanaan lomba, Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan setiap hari belajar bersama pagi hingga malam. Itu dilakukan untuk menguasai tema debat dan bisa menjaga kekompakan.

Selain berlatih dan belajar sendiri, Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan sering melakukan debat di hadapan pembina sehingga mendapat masukan terkait mosi dan perform seperti apa. Dengan begitu, harapannya, pada saat lomba, mereka bisa tampil sempurna.

”Mental sudah siap. Sudah persiapan delapan bulan. Masak takut sama nama-nama besar kampus lain,” ucap anak tunggal itu.

Farahdiya Yasmine menambahkan, untuk menjaga kekompakan, dalam waktu delapan bulan mereka sering berkumpul dan belajar bareng. Bahkan sering makan bareng, terutama satu bulan sebelum pelaksanaan.

Tidak jarang terjadi silang pendapat atau ada teman tim yang membuat jengkel. Untuk mengatasi masalah seperti itu, dua di antara teman yang membuat jengkel mengalah sehingga kekompakan tetap terjaga. ”Salah satu dari kita ada yang nyeleneh, yang dua pasti mengalah,” terang remaja semester tiga asal Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, itu.

Anak kedua dari empat bersaudara tersebut mengungkapkan, melihat perjuangan orang tua, dosen, dan teman-temannya, takut dengan nama besar kampus lawan debat hilang seketika. Lebih-lebih waktu final menghadapi tim debat mahasiswa UGM. Semangat semakin berkobar untuk menaklukkan lawan.

Tim dari FH UTM ini pun keluar sebagai juara satu debat konstitusi nasional pada ajang Gebyar Konstitusi 2018. ”Di final semangat semakin membara. Kami tidak mau pengorbanan ortu, dosen, dan teman sia-sia. Kami yakin menang,” ucapnya.

Dicky Igit Darmawan menimpali, selain intens belajar bersama, timnya sering meminta masukan para dosen. Juga selalu berdoa yang terbaik sebelum mengikuti lomba.

Farahdiya Yasmine, Moch. Syahfudin, dan Dicky Igit Darmawan tidak lupa minta doa restu orang tua, semua dosen, dan teman-teman. Doa restu itu menjadi modal untuk bertanding dengan kampus-kampus besar di Indonesia pada ajang debat konstitusi nasional.

Remaja asal Kelurahan Wunut, Kecamatan Porong, Sidoarjo, itu tidak lupa bersujud syukur karena berhasil meraih juara satu, mengalahkan mahasiswa UGM. ”Dalam debat, kami buktikan Pangeran Trunojoyo (UTM, Red) bertanding dan bisa mengalahkan Gadjah Mada (UGM, Red),” kelakar mahasiswa semester tiga itu.

(mr/bam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia