Senin, 23 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Kerusakan Drainase Tanggung Jawab Rekanan

20 November 2018, 10: 47: 48 WIB | editor : Abdul Basri

MASIH BERANTAKAN: Pengendara motor melintas di dekat drainase yang rusak di Jalan Jati Emas, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.

MASIH BERANTAKAN: Pengendara motor melintas di dekat drainase yang rusak di Jalan Jati Emas, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep. (ALI HAFIDZ S./RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Amblesnya drainase di Jalan Jati Emas mendapat perhatian Pemkab Sumenep. Sebab, saluran air di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, tersebut baru diserahterimakan pada 15 November 2018. Sementara anggaran yang digunakan mencapai Rp 3,4 miliar.

Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya Sumenep Bambang Irianto mengungkapkan, semua pihak yang terkait dengan proyek tersebut telah dipanggil Senin (19/11). Mereka terdiri atas rekanan pelaksana, tim teknis, dan konsultan.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mencari solusi perbaikan amblesnya proyek pembangunan drainase yang rusak tersebut. Sebab, tujuan pembangunan drainase itu adalah menanggulangi banjir di kota. ”Terutama di sisi utara sudah kami arahkan ke Kali Patrean,” katanya.

Ternyata dalam pelaksanaannya, drainase yang diharapkan bisa mengatasi masalah banjir itu malah ambles. Menurut dia, kerusakan itu murni karena faktor hujan yang cukup deras. Sebab, sebelumnya sudah ada pemadatan atau penimbunan. ”Karena di sisi selatan ada kerukan untuk saluran air ke timur,” ujarnya.

Bambang berharap, dengan adanya pertemuan itu, ada kesimpulan positif. Rekanan diharapkan berkomitmen agar kerusakan tidak terulang kembali. ”Makanya, hari ini (kemarin, Red) harus bertemu karena itu masih tanggung jawab pelaksana selama enam bulan ke depan,” ucapnya.

Bambang minta maaf jika masyarakat tidak berkenan atas kerusakan itu. Saat ini kerusakan sedang ditangani untuk perbaikan. Bahkan, proyek itu sudah menjadi perhatian pemkab. ”Tadi pagi Wabup dan Sekda berkunjung dan berharap itu cepat diselesaikan” jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Direktur PT Innico Wira Sakti Hutama H. Moh. Nawawi mengatakan, dirinya menampik pertemuan di DPRKP dan cipta karya. Itu terungkap setelah Wabup Achmad Fauzi dan Sekkab Edy Rasiyadi mendatangi lokasi proyek. ”Bukan dipanggil. Sudah biasa setelah dari lokasi ke dinas dan membicarakan bagaimana baiknya,” katanya.

Nawawi juga tidak membantah bahwa kerusakan drainase itu merupakan tanggung jawabnya selaku pelaksana. Karena itu, PT Innico Wira Sakti Hutama segera memperbaiki dengan melaklukan penimbunan. Perbiakan diperkirakan butuh waktu tiga hari. ”Butuh tanah penimbunan sekitar empat truk” tuturnya.

Sebelumnya, pembangunan drainase di Jalan Jati Emas, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, baru lima hari lalu dinyatakan selesai. Namun, Minggu (18/11) proyek senilai Rp 3,4 miliar itu ambles. Dugaan sementara, proyek yang dikerjakan PT Inneco Wira Sakti Hutama tersebut rusak karena hujan deras.

Pantauan Radar Madura.id, ada dua titik yang ambles parah. Yaitu, di ujung timur proyek tepat di pertigaan jalan. Di titik itu, air keluar cukup deras. Warga menandai kerusakan drainase tersebut dengan kayu agar tidak ada orang yang lewat di atasnya.

Kerusakan juga terjadi di selatan proyek drainase. Tepatnya di ujung timur sisi selatan drainase. Saking parahnya, musala dan pagar rumah warga ambruk ke tengah jalan. (c2)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia