Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Rekreasi

Batu Canggah Jadi Latar Foto Prewedding

16 November 2018, 01: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

INDAH: Pengunjung menikmati keindahan wisata Batu Canggah, Dusun Baniteng, Desa Bancamara, Pulau Giliiyang, Kecamatan Dungkek, Senin (12/11).

INDAH: Pengunjung menikmati keindahan wisata Batu Canggah, Dusun Baniteng, Desa Bancamara, Pulau Giliiyang, Kecamatan Dungkek, Senin (12/11). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

SUMENEP – Pulau Giliyang bukan hanya terkenal dengan kadar oksigennya yang tertinggi kedua di dunia, melainkan juga keindahan alamnya. Salah satunya adalah wisata Batu Canggah. Sayangnya, belum ada perhatian serius Pemkab Sumenep.

Dalam pengelolaan wisata di Dusun Baniteng, Desa Bancamara, hingga kini belum ada campur tangan Pemkab Sumenep. ”Sampai sekarang masih saya kelola sendiri. Belum ada campur tangan pemerintah,” ungkap Busahwan, 43, warga setempat yang mengelola wisata itu.

Sebenarnya, Busahwan berharap ada campur tangan pemerintah dalam pengembangan lokasi wisata tersebut. Sebab, lokasi itu pantas dijadikan objek wisata unggulan Kabupaten Sumenep. ”Saya ingin ada campur tangan dari Pemkab Sumenep. Soalnya kalau saya sendiri yang kelola, perkembangannya lambat,” katanya.

Dari pengamatan RadarMadura.id di lokasi, wisata Batu Canggah memang memiliki keunggulan dibandingkan dengan wisata lain. Lokasinya yang berada tepat di pinggir laut membuat pemandangan yang disajikan sangat indah. Selain itu, kondisi tebing batu yang terbentuk secara alami di lokasi itu juga menambah kesan artistik.

Menurut Busahwan, lokasi wisata tersebut biasa ramai dikunjungi wisatawan. Selain menikmati keindahan pemandangan, kata dia, pengunjung biasanya menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat prewedding. ”Kadang kalau ramai sampai penuh di sini. Tapi, kadang kalau sepi ya tidak ada sama sekali. Biasanya banyak orang dari luar daerah, dari Gersik, Surabaya, Lamongan, prewedding di sini,” jelasnya.

Untuk memasuki lokasi wisata tersebut, pengunjung hanya diminta membayar Rp 3 ribu per orang.

(mr/aji/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia