Kamis, 13 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Madura Punya Potensi Terapkan Wisata Halal

09 November 2018, 09: 41: 10 WIB | editor : Abdul Basri

TGH. M. Zainul Majdi  Mantan Gubernur NTB.

TGH. M. Zainul Majdi Mantan Gubernur NTB. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Pulau Madura memiliki banyak destinasi wisata. Tidak hanya alam, Madura juga terkenal dengan destinasi wisata budaya, religi, dan kuliner. Sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam, konsep wisata islami diharapkan bisa diterapkan di Pulau Garam ini.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan, Madura punya potensi luar biasa untuk pengembangan wisata halal. Seperti yang diterapkannya di NTB sewaktu dia menjabat sebagai gubernur. Bukan hal yang tidak mungkin di Madura menerapkan konsep wisata bernuansa islami ini.

Mengingat penduduk di Madura mayoritas muslim. Selain itu, para pemimpin pemerintahan di Madura juga didominasi dari kalangan tokoh masyarakat. ”Saya yakin para pemimpin di Madura juga punya visi untuk membangun wisata halal di Madura,” katanya Kamis (8/11).

Tuan Guru Bajang (TGB) mengungkapkan, penerapan konsep wisata halal perlu menyatukan persepsi, baik pemerintah maupun masyarakat. Menurut dia, wisata halal ini merupakan pintu kebaikan dan keberkahan di masa yang akan datang.

”Sayang sekali jika destinasi religi, budaya, kuliner, dan alam yang Allah karuniakan di dunia ini tidak tergarap dan tidak terkonsep dengan baik,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Madura saat menghadiri kegiatan seminar nasional di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Saat duduk di pemerintahan, lanjutnya, konsep wisata halal diterapkannya di NTB. Namun pada pelaksanaannya tidak langsung memaksa semua destinasi wisata menerapkan konsep wisata halal ini. Tetapi, wisata halal dibentuk di kawasan tertentu. Secara perlahan, di NTB banyak pengelola wisata dengan sendirinya menginginkan untuk menerapkan konsep wisata halal tersebut.

”Jadi bukan dengan melakukan larangan, melainkan dengan pembuktian jika konsep wisata halal ini memiliki dampak baik,” kata TGB.

Dia berharap konsep wisata halal bisa ikut diterapkan di daerah yang terkenal dengan budaya karapan sapinya ini. Terlebih konsep tersebut sudah ada naskah akademik dari hasil kajian UTM dengan sejumlah pihak. ”Tinggal pembentukan regulasi. Konsepnya sudah ada,” ucapnya.

Sementara itu, akademisi Fakultas Keislaman (FKis) UTM Dahruji menyampaikan, UTM melalui Fakultas Keislaman (FKis) sudah punya konsep wisata halal. Konsep ini sudah menjadi tren di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya di Lombok, NTB.

Pihaknya sudah menyusun naskah akademik konsep wisata halal itu 2016 bersama sejumlah stakeholder. Pedoman wisata halal yang disusun sudah disampaikan kepada pemerintah daerah di Madura. Draf pedoman wisata halal tinggal tahap penerapan di Madura. Sebab sudah berbentuk buku.

Draf tersebut merupakan hasil kajian akademik wisata bernuansa islami. Diharapkan pemerintah bisa mewujudkan konsep tersebut. ”Semoga bisa diterapkan di Madura,” kata Ketua Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah FKIS UTM itu.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia