Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Wartawan JPRM Dibekali Kartu Pers

Disdik-Polres Minta Korban Melapor

09 November 2018, 09: 39: 34 WIB | editor : Abdul Basri

Wartawan JPRM Dibekali Kartu Pers

BANGKALAN – Masyarakat jangan mudah percaya kepada setiap tamu yang mengatasnamakan wartawan tanpa menunjukkan kartu pers. Apalagi kasus pencurian yang membawa-bawa profesi jurnalis di Bangkalan ini meresahkan. Bahkan, pelaku tindak kriminal ini mengaku dari Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Rabu (7/11) tersebar informasi melalui grup-grup WhatsApp mengenai dua SDN menjadi korban. Di antaranya, SDN Pejagan 6 Bangkalan dan SDN Patengteng 1 Modung. Pelaku mencuri barang berharga dan uang milik sekolah. Informasi yang beredar, pelaku dua orang. Keduanya mengaku kru JPRM.

Kemudian, beralasan ingin bertemu dengan kepala sekolah. Pelaku menggasak HP guru yang dicas di kantor guru di SDN Pejagan 6. Sementara di SDN Patengteng 1 Modung, kedua OTK ini menggondol 1 unit HP dan uang Rp 15 juta.

Koordinator Liputan JPRM Lukman Hakim AG menegaskan, JPRM tidak menugaskan kru divisi apa pun ke SDN Pejagan 6 dan SDN Patengteng 1 pada Rabu (7/11). Setiap kru JPRM yang bertugas dibekali dengan tanda pengenal atau surat tugas. Lebih-lebih wartawan. Mereka dibekali kartu pers (ID card) setiap melaksanakan tugas jurnalistik.

Jika ada oknum yang mengaku dari JPRM namun tidak bisa menunjukkan kartu pers, silakan tolak. Jika melakukan tindakan menyimpang, dipersilakan diamankan dan diserahkan kepada pihak berwajib. ”Apalagi bertindak kriminal,” tegasnya.

Plt Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika sering mendengar kabar tersebut. Namun pihaknya tidak mengetahui jumlah sekolah yang menjadi korban penipuan. Sebab, pihak sekolah tidak memberitahukan. ”Menurut informasi, ini pelaku lama,” ujarnya Kamis (8/11).

Informasi yang diterima, pelaku berjumlah dua orang. Dua OTK itu dikabarkan kerap melakukan tindak kriminal dengan mengaku dari perusahaan media massa. Bambang menegaskan, dua pelaku pencurian tersebut bukan kru JPRM. Disdik sudah mengonfirmasi ke pihak media yang berkantor pusat di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 99 Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, ini.

”Sebelumnya sudah kami sampaikan pada Korwil agar berhati-hati. Kami juga minta agar disampaikan kepada pihak sekolah. Bukan karyawan JPRM. Hanya modus,” kata Bambang.

Dia meminta agar sekolah melapor ke polisi agar diusut dan pelaku bisa ditangkap sehingga tidak terulang lagi. ”Jika ada orang yang mengaku dari media, tanyakan maksud dan mintalah untuk menunjukkan kartu identitas atau tanda pengenal,” imbaunya.

Bambang meminta agar lembaga pendidikan tidak melayani tamu yang berkunjung mengatasnamakan wartawan, namun identitasnya tidak jelas. Bahkan, pihaknya meminta agar untuk mengusirnya. ”Kalau tidak jelas jangan suruh masuk, tetapi suruh keluar saja,” imbaunya.

Bahkan dirinya siap memasang badan jika ada tamu yang mengancam mengintimidasi dengan melaporkan tenaga pendidik, namun mereka tidak bisa menunjukkan identitasnya. ”Kalau nanti ada urusan secara hukum, nanti saya yang menghadapi,” tegasnya. ”Silakan laporan bagi yang pernah menjadi korban,” katanya.

Saran agar korban melapor juga disampaikan Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan. Dengan laporan itu pihaknya bisa bertindak. ”Lebih baik dilaporkan pada pihak kepolisian. Kalau dilaporkan, kami bisa sebarkan foto pelaku,” tuturnya.

Meski belum ada laporan dari korban, pihaknya mengaku akan meminta polsek jajaran dan reskrim melacak informasi tentang pencurian tersebut. Di antaranya dengan langsung mendatangi sekolah-sekolah yang dikabarkan menjadi korban. Jika memang benar, pihaknya akan mengajak pihak sekolah untuk melapor.

”Kalau ada orang yang tidak dikenal mengatasnamakan instansi, apalagi dari Radar Madura, jangan mudah percaya. Minta surat tugas atau kartu tanda pengenal kewartawanannya dulu,” jelasnya. (c1)

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia