Kamis, 13 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum LSM yang Diduga Peras Kepala Desa Ditetapkan Tersangka

08 November 2018, 11: 08: 06 WIB | editor : Abdul Basri

TERSANGKA: Lima tersangka oknum LSM berada di ruang KBO Reskrim Polres sumenep.

TERSANGKA: Lima tersangka oknum LSM berada di ruang KBO Reskrim Polres sumenep. (ALI HAFIDZ S./RadarMadura.id)

SUMENEP – Polres Sumenep menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan pemerasaan terhadap kepala Desa (Kades) Mandala, Kecamatan Rubaru. Lima tersangka tersebut merupakan oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Sebenarnya polisi mengamankan enam orang saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pemerasan tersebut. Namun, seorang dilepas karena dinyatakan tidak terlibat. Yakni, Moh Faily, 25, warga Dusun Pore Laok, Desa Pore, Kecamatan Lenteng.

Berdasar penyidikan polisi, Moh. Faily hanya sebagai sopir Avanza putih bernomor polisi (nopol) M 1755 VG. Mobil rental itu dipakai para tersangka saat terjaring OTT di Jalan Lingkar Barat, Desa Babalan, Kecamatan Batuan, Selasa (6/11) sekitar pukul 14.30.

”(Moh. Faily, Red) dilepas karena tidak terlibat dalam kasus itu. Dia hanya sebagai sopir mobil saat itu,” kata Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego S. Marwoto Rabu (7/11).

Dia menjelaskan, dari hasil gelar perkara yang dilakukan Kanit, penyidik, dan KBO Reskrim Polres Sumenep, Moh. Faily bukan anggota LSM atau Lembaga Pengawas Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK). ”Itu hasil gelar perkara,” tegas Tego.

Mengenai mobil Avanza yang bertulisan LP-KPK, diduga sudah ada kesepakatan dengan pihak rental. ”Perkiraan sementara, sudah minta izin kepada pemilik bahwa mobil akan dipasangi tulisan LP-KPK,” ujarnya.

Kaur Bin Ops (KBOReskrim Polres Sumenep Iptu Taufik Hidayat mengungkapkan, tiga tersangka dijerat pasal 368 KUHP karena diduga melakukan pemerasan. Yakni, Abdul Kadir Jailani, Imraatul Azizah, dan Mohammad Avif Efendy. Mereka terancam hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun.

Sementara dua tersangka lainnya dijerat pasal 55 KUHP lantaran diduga membantu melakukan tindak pidana pemerasan. Mereka adalah H. Halili dan Ahmad Sutrisno. (c2)

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia