Kamis, 13 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Pembangunan Embung Pantura Butuh Rp 27 Miliar

08 November 2018, 10: 26: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BAKAL DIKEMBANGKAN: Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

BAKAL DIKEMBANGKAN: Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, Pamekasan. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Mimpi masyarakat wilayah pantai utara (pantura) terbebas dari ancaman kekeringan belum menjadi nyata. Pembangunan embung yang digadang-gadang jadi solusi pengentasan kekeringan itu belum terealisasi.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, pemerintah berencana membangun embung di wilayah pantura. Bahkan, pembebasan lahan tempat penampungan air itu tuntas. Lokasinya berada di Desa Sotabar, Kecamatan Pasean. Namun, pembangunan fisik belum terealisasi. Sebab, ada keterbatasan anggaran. ”Secara bertahap nanti kita bangun,” katanya Rabu (7/11).

Agoes menyampaikan, total kebutuhan pembangunan embung itu senilai Rp 27 miliar. Pembangunan diprediksi baru bisa dimulai 2020. Sebab, pada 2019 pemerintah fokus pada pengembangan Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo.

Embung pantura bakal didistribusikan ke rumah-rumah penduduk. Dengan demikian, kebutuhan air bersih mereka bisa terpenuhi, sekalipun kondisinya dalam musim kemarau.

Pemerintah terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Water treatment plant (WTP) dibangun agar distribusi air semakin maksimal. ”Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Mengenai jumlah pelanggan, total keseluruhan di Pamekasan 14 ribu. Ditargetkan, pasca pengembangan tuntas, jumlah pelanggan itu bertambah.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, hampir setiap musim kemarau ratusan dusun mengalami kekeringan. Distribusi air melalui tangki BPBD memiliki keterbatasan. Akibatnya, masyarakat cenderung kekurangan air bersih.

Salah satu solusi untuk mengantisipasi kekeringan yakni membangun embung. Air yang ditampung bisa diolah menjadi air layak konsumsi. Pemerintah harus segera menindaklanjuti program pembangunan embung itu. Harapannya, pada musim kemarau mendatang, masyarakat tidak lagi mengalami kekeringan. ”Jangan menunggu dan menunggu,” pintanya.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia