Kamis, 13 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Esai

Menyumpah ”Kembali” Pemuda Milenial

Oleh Sirajul Munir*

08 November 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Menyumpah ”Kembali” Pemuda Milenial

SUMPAH Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Sumpah Pemuda adalah buah dari Kongres Pemuda II pada Sabtu–Minggu, 27–28 Oktober 1928.

Kongres di Batavia (Jakarta) itu menghasilkan komitmen ingin bersatu demi Indonesia. Mereka mengikrarkan 3 hal, yaitu bertanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Ketiga hal inilah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda sampai saat ini.

Bermodalkan semangat, pemuda-pemudi Indonesia berkumpul untuk memperkokoh persatuan dan juga menjunjung tinggi Indonesia. Pada saat diikrarkannya Sumpah Pemuda, negara Indonesia belum merdeka. Perjuangan-perjuangan pemuda Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan, salah satunya dengan bersatu menyatukan cita, semangat, dan tekad untuk merebut kemerdekaan, bahkan dengan menumpahkan darah sekalipun. Tujuh belas tahun kemudian, ikrar ini melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober itu untuk membuat pemuda-pemudi Indonesia mengingat perjuangan-perjuangan pemuda Indonesia zaman dulu. Juga sebagai waktu untuk pemuda Indonesia dapat merefleksikan diri melalui hal-hal positif. Sesederhana apa pun bentuk refleksi di Sumpah Pemuda, ketika itu hal positif maka sebagai pemuda kita harus ikut untuk menuangkan karya-karyanya untuk Indonesia.

Saat ini kondisi Indonesia tengah dihadapkan dengan banyak persoalan. Mulai dari maraknya bencana alam yang silih berganti menerpa beberapa wilayah di Indonesia, kejahatan narkoba, terorisme, radikalisme, korupsi, illegal loggingillegal fishing, dan sebagainya. Dan yang sangat berbahaya adalah ancaman perpecahan dari bangsa sendiri.

Perpecahan yang paling besar akibat pemilu nyata adanya. Kebebasan berpolitik banyak dimaknai sebebas-bebasnya, sehingga berani menabrak norma yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat. Adu domba antar kubu pun tak terhindari. Ujaran kebencian dan hoaks banyak bertebaran di media sosial setiap hari hingga mengakibatkan suasana politik semakin memanas.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, diharapkan pemuda-pemudi Indonesia bisa memberikan kontribusi nyata untuk mengembalikan lagi semangat persatuan dan menjunjung tinggi Indonesia. Jumlah pemuda di Indonesia mencapai 61,83 juta jiwa atau 24,53 persen dari total 252,04 juta jiwa penduduk. Mereka adalah kekuatan potensial dalam menggerakkan perubahan sosial.

Pemuda Indonesia merupakan aktor penting dalam beberapa momentum vital yang melahirkan bangsa ini. Mulai dari Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan hingga Revolusi Nasional 1945. Di tangan pemudalah terpikul sebuah tugas sejarah yang besar, melanjutkan dan mewujudkan cita-cita pendiri bangsa, yakni mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI.

Pemuda-pemudi bisa menyumbangkan gagasan untuk kemajuan bangsa. Di samping itu, melalui riset atau penelitian, pemuda bisa menyumbang pengetahuan yang memperkaya pengetahuan pengambil kebijakan dan rakyat banyak. Pemuda juga bisa mendorong inovasi dan penemuan teknologi baru.

Ide-ide unik dari generasi pemuda Indonesia terbukti telah banyak mewarnai di era digital saat ini. Lahirnya market place seperti Bukalapak dan Tokopedia adalah inspirasi dari banyak pendiri perusahaan internet pada awal tahun 2000-an. Meski era digital sangat menantang dan persaingan juga ketat. Tapi, optimistis pemuda Indonesia, menjadikan era digital sebagai kesempatan baru dan peluang besar untuk berinovasi.

Selain itu, Pemuda Indonesia juga harus berada di garda terdepan melawan korupsi, melawan berbagai kebijakan politik yang merugikan rakyat. Dan yang terpenting, pemuda harus bisa mengatasi masalah perpecahan yang ditimbulkan dari berbagai macam aspek serta menjadi fasilitator pemersatu bangsa.

Semua komponen bangsa juga harus memaknai Hari Sumpah Pemuda. Terlebih menjadikan bangsa Indonesia sebagai rumah besar bersama Indonesia. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan kaum fanatik. Yakni, dengan tetap menjaga cita-cita bangsa dan ikut membangun Indonesia yang adil dan solider, yang demokratis dan tetap menghargai pluralitas.

Generasi pemuda Indonesia hari ini harus mewarisi semangat pemuda yang bersumpah pada 1928. Ini adalah generasi baru yang mencoba mewarisi semangat pendiri bangsa untuk mengambil risiko besar dalam kehidupan mereka untuk mencapai hal-hal yang lebih besar lagi. Apalagi, ini adalah zaman di mana internet telah membantu kita menghilangkan berbagai keterbatasan.

Sudah saatnya perayaan Sumpah Pemuda sebagai ajang merefleksikan sumpah pemuda yang diikrarkan sebagai bentuk perjuangan pemuda-pemudi Indonesia dulu. Refleksi ini bisa dilakukan dengan berbagai macam kegiatan yang bernilai positif. Dengan refleksi tersebut menandakan pemuda sekarang turut bersumpah kembali demi persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

*)Mahasiswa Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan, Prodi Bimbingan & Konseling Pendidikan Islam.

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia