Kamis, 13 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Standardisasi Pelayanan Kesehatan Kuras APBD Rp 3,8 M

08 November 2018, 00: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Standardisasi Pelayanan Kesehatan Kuras APBD Rp 3,8 M

BANGKALAN – Salah satu program Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan adalah program standardisasi pelayanan kesehatan. Hingga Selasa (6/11) realisasinya 80 persen.

Dinkes Bangkalan menyiapkan Rp 3.887.808.350 untuk program standardisasi pelayanan kesehatan yang terbagi menjadi lima kegiatan. Yakni, evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan dengan anggaran Rp 3.392.070.550.

Kemudian, pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan Rp 54.500.000. Lalu, monitoring, evaluasi, dan pelaporan yang dianggarkan Rp 154.359.000. Program peningkatan mutu sumber daya kesehatan Rp 107.285.000 dan penata laksanaan uji kompetensi jabatan fungsional Rp 179.593.800.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Bangkalan H Sudiyo membenarkan program standardisasi pelayanan kesehatan yang dipecah menjadi lima kegiatan. Program tersebut masuk dalam bidang pelayanan kesehatan (Yankes) dan bidang sumber daya kesehatan (SDK).

Program senilai miliaran rupiah itu sangat dibutuhkan. Tujuannya, demi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) atau pejabat medis. Juga sebagai bukti ketertiban atau ketaatan kepada hukum.

 Dengan demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin maksimal.  ”Program itu ada di dua bidang. Ujung-ujungnya untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata dia kemarin.

Kepala Puskesmas Blega itu menambahkan, realisasi program tersebut sudah sesuai dengan rencana. Sampai saat ini, dari semua anggaran, serapannya sudah mencapai 80 persen. ”Tinggal 20 persen terkait dengan PAK (perubahan anggaran keuangan, Red),” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Moh. Holifi mendukung program standardisasi pelayanan kesehatan. Dengan begitu, kualitas SDM petugas semakin baik dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin maksimal.

”Jangan sampai ada pelayanan kesehatan tidak maksimal. Pelayanannya harus maksimal,” desaknya. 

(mr/bam/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia