Kamis, 13 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sportainment

Pertarungan Lini Tengah, Pola Permainan Madura dan Sleman Sama

05 November 2018, 20: 34: 01 WIB | editor : Abdul Basri

FOKUS: Seluruh skuad Madura FC melakukan pemanasan sebelum laga di babak 8 besar Liga 2.

FOKUS: Seluruh skuad Madura FC melakukan pemanasan sebelum laga di babak 8 besar Liga 2. (MADURA FC FOR RadarMadura.id)

SUMENEP – Duel lini tengah kemungkinan terjadi saat PSS Sleman menjamu Madura FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa sore (6/11). Sebab, baik tuan rumah maupun tamu Madura FC selama ini dikenal memiliki pola permainan dan materi pemain yang setara.

”Sekilas pola Sleman sama dengan kami. Jadi, kemungkinan besar pertarungan di lini tengah akan terjadi. Tim mana yang mampu menguasai permainan di lini tengah, akan terlihat nantinya,” terang pelatih Madura FC Salahudin kepada RadarMadura.id Minggu (4/11).

Apa yang dikatakan Salahudin bukan tanpa dasar. Sebab, sebelumnya kedua kesebelasan sempat berjumpa di babak reguler wilayah timur. Dari dua kali pertemuan tersebut, Madura FC selalu meraih kemenangan.

Pada pertemuan putaran pertama di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tuan rumah dibuat malu setelah dikalahkan 1-2. Sementara di putaran kedua, di Stadion A. Yani, Sumenep, PSS Sleman kembali menelan kekalahan dengan skor 1-0.

Di babak delapan besar, Madura FC mengawalinya dengan baik, yaitu mengalahkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-0 di Stadion A. Yani, Sumenep, pada 27 Oktober 2018. Sayangnya, kemenangan atas Persiraja tersebut tak berlanjut di pekan kedua saat bertandang ke markas Persita Tangerang.

Beny Ashar dan kawan-kawan kalah tipis 2-3 dari tim tuan rumah. Saat itu Madura FC harus bermain dengan sepuluh pemain usai Imam Mahmudi dikartu merah saat pertandingan baru berjalan 26 menit. Alhasil, Laskar Jokotole harus puas berada di peringkat ke-2 grup Barat.

Sementara PSS Sleman yang sempat meraih hasil seri di kandang Persita dan kalah di Persiraja berada di peringkat empat. Namun, melihat perubahan di babak delapan besar, Salahudin yang juga mantan pemain PSS Sleman tidak berani terlalu berekspektasi.

”Kemungkinan menang masih 50:50. Sebab, PSS banyak perubahan. Ada enam pemain baru. Ini pasti membuat pertandingan kali ini akan lebih berat daripada di babak reguler kemarin,” ucap Salahudin.

Salahudin tidak memungkiri jika nanti timnya akan menumpuk pemain di lini tengah. Strategi ini dinilai lebih efektif untuk meredam serangan PSS Sleman. ”Karena pertarungan di lini tengah dipastikan tidak bisa dihindarkan,” ucapnya.

Dari dua penampilan PSS Sleman di babak delapan besar, pelatih Seto Nurdiyantoro mengakui jika lini tengahnya masih mengalami masalah. Berkaca pada kekalahan 2-1 di kandang Persiraja, lini tengah perlu penataan ulang. ”Gol tersebut sejatinya tidak perlu terjadi jika lini tengah tidak telat untuk turun membantu pertahanan,” ucap Seto. 

(mr/dam/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia