Senin, 27 May 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Kelanjutan Kasus OTT Pasar Srimangunan Buram

Jaka Jatim Curiga Ada Main Mata

05 November 2018, 11: 47: 31 WIB | editor : Abdul Basri

Kelanjutan Kasus OTT Pasar Srimangunan Buram

SAMPANG – Kelanjutan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli terhadap petugas Pasar Srimangunan beberapa waktu belum ada kejelasan. Kasus tersebut terus menjadi perbincangan publik karena menyisakan tanda tanya.

Anggota Yustisi Kabupaten Sampang Nasrul Hidayat mengatakan, pada Jumat (2/11) lalu tim yustisi berkumpul membahas kelanjutan dari OTT petugas Pasar Srimangunan. Sampai saat ini berkas OTT tersebut masih ada di tim penyidik saber pungli.

”Intinya, berkas kasus tersebut masih di tim penyidik, belum sampai ke tim yustisi,” kata dia Minggu (4/11).

Sampai saat ini, tim yustisi belum menerima berkas OTT tersebut. Dia juga memastikan bahwa berkas itu belum sampai ke aparat pengawasan internal pemerintah (APIP). Menurut Nasrul Hidayat, berkas akan masuk ke yustisi terlebih dahulu baru disampaikan ke APIP. ”Dari sana nanti diputuskan apakah kasus tersebut lanjut ke pengadilan atau tidak,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Sampang Kompol Suhartono mengaku belum mengetahui seberapa jauh perkembangan kasus tersebut. Sebab, beberapa bulan ini pihaknya fokus untuk pengamanan pemungutan suara ulang (PSU).

”Kami tanyakan dulu ke satgas, perkembangannya sampai di mana, kami belum mengetahuinya,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Sekjen Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Moh. Tamsul sangat menyayangkan terhadap lambannya penanganan kasus OTT tersebut. ”Ada asumsi bahwa kasus tersebut sudah dihentikan dan akan hilang begitu saja. Ada main mata. Makanya kami berharap agar kasus itu segera dituntaskan,” desaknya.

Perlu diketahui, tim saber telah mengamankan sebanyak 5 petugas pasar pada saat melakukan OTT. Namun, yang ditetapkan sebagai tersangka tiga orang. Yaitu, Moh. Sjafi berstatus aparat sipil negara (ASN). Lalu Moh. Hariri dan Ach. Faisol, keduanya tenaga honorer. Sementara Abd. Yasit yang berstatus ASN dan Ahmad Lubi yang menjadi tenaga honorer hanya dijadikan saksi.

Mereka ditetapkan tersangka atas dugaan kasus pungutan liar (pungli) dalam penarikan karcis retribusi di Pasar Srimangunan berdasarkan perintah tugas bernomor Sprin. Gas/VII/2018/UPP/Sampang, tanggal 29 Agustus 2018. Dan, laporan polisi bernomor LP/A/226/VIII/2018/JATIM/RES.Sampang, tanggal 29 Agustus 2018.  

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia