Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Bangkalan

Memalukan! Anggota DPRD Bangkalan Diduga Digerebek di Tempat Karaoke

Pimpinan Akui Belum Terima Laporan

Sabtu, 20 Oct 2018 10:23 | editor : Abdul Basri

Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi

Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radarmadura.id)

BANGKALAN –  Dua hari terakhir santer terdengar ada oknum anggota DPRD Bangkalan ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya dalam kasus perjudian di tempat karaoke pada Rabu dini hari (17/10). Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi siapa oknum anggota dewan tersebut.

Kamis (18/10), Polrestabes Surabaya sudah menetapkan empat orang itu menjadi tersangka. Keempat tersangka tersebut merupakan warga Bangkalan. Mereka masing-masing berinisial FR, HK, SAM, dan SB. Inisial pertama diduga kuat merupakan anggota DPRD Bangkalan.

Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi membenarkan kabar penangkapan oknum anggota dewan itu. Namun, pihaknya sampai sekarang belum menerima laporan dari lembaga manapun terkait kebenaran kabar tersebut.

”Kami tidak bisa berstatemen terkait itu karena memang belum ada laporan formal kepada kami,” kata dia kepada wartawan Jum’at (19/10).

Karena belum terima laporan, politikus Partai Gerindra itu tidak berani memastikan apakah benar yang diamankan itu oknum anggota DPRD Bangkalan atau bukan. ”Semoga saja itu hoaks. Kan lagi musim sekarang,” ujarnya sambil tersenyum.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Bangkalan itu menyatakan, berdasarkan pemberitaan salah satu media online, inisial FR itu disebutkan ada Fadhur Rosi, (dulu) anggota komisi A dan Fathur Rosi, wakil ketua komisi C. Padahal, kata dia, keduanya baik-baik saja.

”Rosi yang komisi itu makan bareng dengan saya kemarin. Sementara, Rosi komisi A saat ditelepon katanya baik-baik saja,” ungkapnya.

Karena itu, Imron beralasan tidak punya kapasitas untuk memberikan statemen terkait ada oknum diduga anggota DPRD Bangkalan yang diamankan karena kasus perjudian. ”Kita berharap baik-baik saja. Semoga tidak ada yang berurusan dengan hukum,” terangnya.

Apakah sudah melakukan pengecekan satu per satu anggota dewan? Imron mengaku tidak sampai sejauh itu. Hanya, pihaknya mengonfirmasi dua anggota dewan Fadhur Rosi dan Fathur Rosi yang disebutkan dalam berita online.

Imron menegaskan jika dirinya tetap akan menunggu pemberitahuan secara formal mengenai inisial FR. ”Kalau inisial FR, mungkin memang hanya dua orang. Tapi, kalau insial F itu banyak,” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Fadhur Rosi enggan memberikan tanggapan. Politikus Partai Demokrat tersebut mengaku masih sibuk. Itu karena dia ingin melaporkan salah satu media online yang mencatut namanya dalam narasi berita. Pemberitaan itu merugikan dirinya.

”Soalnya banyak yang telepon saya. Dikira FR itu saya,” terang pria yang menjabat ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Bangkalan itu.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Fathur Rosi juga menegaskan bahwa inisial FR itu bukan dirinya. Dia dengan tegas tidak merasa terlibat dalam kasus tersebut. ”FR itu bukan saya,” tegas politikus Partai Gerindra itu. 

(mr/daf/luq/fat/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia