Kamis, 24 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Kejari Mulai Periksa Kadis DPMD

Program Lisdes 2007–2008 Mangkrak

19 Oktober 2018, 12: 14: 55 WIB | editor : Abdul Basri

Kejari Mulai Periksa Kadis DPMD

Share this      

SAMPANG – Tinggal sepuluh hari lagi bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang untuk menyelesaikan laporan program listrik masuk desa (lisdes). Program tahun anggaran 2007 dan 2008 itu mangkrak sampai sekarang. Tindak lanjut kejari tersebut dilakukan setelah mendapat pelimpahan dari kejaksaan tinggi (kejati) dua minggu lalu.

Kejari Sampang diberi waktu 28 hari kerja untuk menindaklanjuti dan memeriksa program lisdes yang dilaporkan ke kejati oleh LSM itu. Lokasi program lisdes tersebut ada di dua desa. Yaitu, Desa Plampaan, Kecamatan Camplong, dan Desa Modung, Kecamatan Omben.

Kejari sudah memanggil dan memeriksa pejabat terkait di badan pemerintahan desa (bapemas) –kini menjadi dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD)– 2007 dan 2008. Di antaranya adalah panitia, pejabat pembuat komitmen (PPK), dan kepala dinas.

Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo membenarkan sudah memeriksa kepala bapemas 2007 dan 2008, yaitu Malik Amrullah dan Slamet Terbang. Pihaknya juga memanggil pemerintahan di tingkat desa. Namun, pemanggilan di tingkat desa selama tiga kali tidak direspons.

Menurut dia, pihak desa tidak memenuhi panggilan kejari karena mengaku takut memberikan keterangan serta mendapat ancaman dari sejumlah pihak. ”Kami mendapat amanah dari kejati untuk menindaklanjuti program lisdes dua desa yang mangkrak hingga sekarang,” ujarnya.

Setelah melakukan pendalaman dan pengembangan, pihaknya menegaskan bahwa ada 21 desa yang memperoleh program itu pada 2007 dan 2008. Karena itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara maraton. ”Anggaran di Plampaan sekitar Rp 460 juta. Sedangkan di Modung berkisar Rp 410 juta,” terangnya.

Total anggaran program lisdes yang menggunakan APBD Sampang 2007 dan 2008 di 21 desa sekitar Rp 12 miliar. ”Ada waktu sekitar sepuluh hari lagi bagi kami untuk menyelesaikan proses lidik ini,” jelasnya.

Pihaknya berjanji akan menuntaskan penyelidikan dugaan korupsi itu. Kasus tersebut sudah menjadi atensi kejati. ”Pasti kami tuntaskan kasus ini,” paparnya.

Sementara itu, Kajari Sampang Setyo Utomo mengaku sempat ditawari Rp 500 juta. Tawaran tersebut dilakukan supaya kasus tersebut tidak ditindaklanjuti. Namun, pihaknya menolak dan meminta kepada oknum yang berupaya menyuap itu menyalakan program lisdes yang tak tuntas.

Dia menjelaskan, dalam melaksanakan tugas, kejaksaan melakukan pengobatan, kemudian opname. Jika tidak bisa, melakukan operasi. Saat ini pihaknya sedang berupaya melakukan pengobatan dan opname. ”Jika diobati dan diopname sudah tidak bisa, maka sikat aja nanti dengan operasi,” terangnya.

Dia juga mengungkap adanya sejumlah pejabat di Sampang yang berupaya menemui. Akan tetapi, pihaknya memiliki prinsip bahwa siapa pun yang pekerjaannya tidak benar dan merugikan negara harus disikat. ”Saya tetap pada pendirian dan prinsip saya,” tegasnya.

Kepala Bapemas periode 2007 dan 2008 Malik Amrullah dan Slamet Terbang saat dikonfirmasi melalui telepon ke nomor selulernya tidak merespons. ”Saya masih rapat. Sudah nanti saja,”jawabnya sambil menutup telepon.

(mr/rus/luq/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia