Minggu, 18 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Bangkalan

Seniman Bangkalan Ini Kalahkan Ratusan Pelukis Kategori Profesional

Juarai UOB Painting Of The Year 2018

Kamis, 18 Oct 2018 16:13 | editor : Abdul Basri

MAHAKARYA : Lukisan Suvi Wahyudianto yang tembus menjadi pemenang UOB Painting Of The Year 2018 dengan judul ’Angs’t’.

MAHAKARYA : Lukisan Suvi Wahyudianto yang tembus menjadi pemenang UOB Painting Of The Year 2018 dengan judul ’Angs’t’. (Suvi Wahyudianto for Radarmadura.id)

BANGKALAN – Hasil karya tangan dingin seniman asal Madura tidak bisa dianggap remih. Suvi Wahyudianto, seorang seniman asal Bangkalan berhasil mengalahkan ratusan pelukis pada ajang penghargaaan seni lukis tahunan UOB Painting Of The Year 2018 yang digelar di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Mahakarya yang berjudul ’Angs’t’ menyingkirkan ratusan pelukis professional di Indonesia. Lukisan tersebut menceritakan tentang peristiwa sentiment primordial dan pentingnya berempati. Dalam ketegangannya, lukisan itu menggambarkan ketegangan antar etnis yang pernah terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah.

            ”Tema lukisan saya terinspirasi dari ketegangan yang pernah terjadi di sampit waktu itu. Antara suku dayak dan madura. Memang saya tidak terlibat langsung namun desa saya menjadi salah satu tempat pulang para korban dari ketegangan antar etnis tersebut dan saya merasakan kepedihan yang mereka rasakan".

Dia menceritakan makna lukisannya lebih menekankan pada banyaknya perselisihan di Indonesia. Yang saat ini semakin banyak terjadi. ”Untuk isi dari lukisan sendiri adalah kita manusia berasal dari daging merah yang sama. Sementara munculnya pertentangan terjadi diluar kulit kita. Perbedaan warna kulit, etnis dan lain sebagainya.

Diungkapkan. proses seleksi yang dipanjang membuahkan hasil yang baik. Dari ratusan pendaftar dia berhasil masuk 50 besar. Kemudian lukisannya dilombakan menjadi delapan peserta. Selain gambar, dari hasil wawancara dia berhasil masuk empat besar. Dari empat peserta, Suvi wahyudianto menjuarai UOB 2018.

Berkat karyanya, Suvi sapaan akrab Suvi Wahyudianto mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 250 juta. Dia akan mengikuti perlombaan tingkat asia bulan November 2018. Jika keberuntungan tetap berpihak, dirinya akan melanjutkan perlombaan ke Fukuoka Jepang. ”Di Asia tenggara sendiri, kompetisi tahunan UOB ini akan diikuti oleh 4 negara yakni , Indonesia ,Malaysia, Singapura dan Thailand,”ungkapnya. (RM2/fat)

(mr/*/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia