Minggu, 18 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Bangkalan

Formasi Khusus K-2 Tak Capai Kuota

Rabu, 17 Oct 2018 11:49 | editor : Abdul Basri

SIBUK: Petugas mengecek data pendaftar di posko CPNS Pamekasan 2018, Selasa (16/10).

SIBUK: Petugas mengecek data pendaftar di posko CPNS Pamekasan 2018, Selasa (16/10). (ANIS BILLAH/Radarmadura.id)

BANGKALAN – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah ditutup pukul 23.59, Senin malam (15/10). Jumlahnya tembus sampai 1.388 orang. Namun, formasi khusus untuk tenaga honorer kategori dua (K-2) justru tidak mencapai kuota.

Jatah formasi yang dibutuhkan di Bangkalan 418 orang. Dengan perincian, 362 untuk formasi khusus K-2 dan 56 formasi umum. Dari 362 kuota formasi khusus itu pendaftarnya hanya berkisar 279. Dengan demikian, terdapat 83 kuota tidak terisi.

”Penyebabnya semua karena faktor umur. Rata-rata untuk honorer K-2 itu di atas 35 tahun. Persoalan umur tidak bisa diganggu gugat,” terang Kepala BKPSDA Bangkalan Moh. Gufron.

Secara logika pendaftar formasi khusus memiliki kesempatan besar untuk diterima lantaran tidak mencapai kuota. Hal tersebut tidak ada jaminan. Sebab, tes tulisnya melalui online. ”Secara jumlah peluangnya cukup besar diterima,” ucapnya.

Semua itu bergantung pada hasil seleksi dan tahapan rekrutmen CPNS. Sebab, pemerintah pusat yang menentukan. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi. Jadwal tes tulis online belum diketahui. Tiap tes tulis yang nantinya akan digelar per hari dibatasi 600 peserta. ”Nanti tes tulis akan dilaksanakan di Gedung Merdeka Bangkalan,” terangnya.

Kuota khusus honorer K-2 tidak terpenuhi juga terjadi di Sumenep. Hingga masa penutupan pendaftaran, jumlah pendaftar 3.109 orang. Dari jumlah tersebut, 153 pendaftar adalah honorer K-2.

Tahun ini, untuk Sumenep dibutuhkan 372 formasi CPNS. Jumlah tersebut terbagi menjadi formasi umum dan honorer K-2. Kuota honorer K-2 berjumlah 163, sedangkan formasi umum 209.

Dengan demikian, akan ada sekitar 2.737 pendaftar ditolak. ”Data pendaftar yang masuk ke SSCN 3.109 orang pendaftar. Tapi, yang masuk ke database kabupaten masih 2.942,” jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Titik Suryati, Selasa (16/10).

Ketua Forum Honorer K-2 (FHK-2) Sumenep Abd. Rahman mengatakan, rekan-rekannya tidak bisa mendaftar karena ditolak sistem. Jumlahnya sekitar 45 orang. ”Usia sudah sesuai, persyaratan sudah sesuai, tapi ditolak sistem. Seharusnya, paling tidak ada 208 orang honorer K-2 yang ikut mendaftar CPNS tahun ini,” katanya.

Sementara itu, hingga penutupan pendaftaran CPNS, ada dua formasi yang masih kosong di Pamekasan. Yaitu, dokter spesialis bedah dan kandungan. Sejak awal dibuka pendaftaran tidak ada yang mengirim lamaran pada formasi tersebut.

Kasubbid Formasi dan Pengadaan Pegawai BKPSDM Pamekasan Abdul Malik mengatakan, pada rekrutmen CPNS tahun ini, Pamekasan memiliki jatah dua formasi dokter spesialis. Pada dua formasi tersebut tidak ada yang berminat. Hingga pendaftaran ditutup, tidak ada yang mendaftar.

Di Pamekasan sulit dokter spesialis. Malik mengungkapkan, formasi CPNS yang tidak ada pendaftar tidak bisa diganti dengan formasi lain. Itu ketentuan dari BKN. Dengan begitu, pada tahapan selanjutnya formasi dokter spesialis kosong.

Pada pendaftaran CPNS tahun ini, lanjut Malik, pendaftar dari masing-masing formasi membeludak. Berkas yang masuk ke server Pemkab Pamekasan tembus 10.086 pendaftar. ”Jumlah ini belum diverifikasi,” ujarnya.

Berkas yang sudah masuk ke akun sscn.bkn.co.id belum terverifikasi semua. Berkas yang belum diverifikasi hingga kemarin (sekitar pukul 09.00) mencapai 2.883. Sementara berkas pelamar yang memenuhi syarat 5.211 dan tidak memenuhi syarat (TMS) 1.992 berkas.

Verifikasi akan dilaksanakan hingga lima hari ke depan. Targetnya,  21 Oktober hasil verifikasi sudah bisa diumumkan kepada masing-masing pendaftar. ”Pendaftar tidak perlu datang ke kantor BKPSDM. Mereka bisa cek di sscn.bkn.co.id,” jelasnya.

Sebelum finalisasi hasil verifikasi, pihaknya terus melakukan pengecekan terhadap berkas pendaftar. Berkas yang sudah TMS dan MS akan diverifikasi kembali. ”Kami terus melakukan verifikasi. Bisa saja setelah dicek ulang, yang awalnya TMS bisa MS. Sebaliknya, yang awalnya MS bisa TMS.”

(mr/daf/aji/luq/hud/fat/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia