Senin, 16 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan
Dua Bulan Jelang Pergantian Tahun

PAD Pasar di Bangkalan Masih Kurang Rp 1 M

17 Oktober 2018, 11: 40: 37 WIB | editor : Abdul Basri

SUMBER PENDAPATAN: Pengunjung keluar dari Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan, Selasa (16/10).

SUMBER PENDAPATAN: Pengunjung keluar dari Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan, Selasa (16/10). (JUPRI/Radarmadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pasar tradisional merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Bangkalan. Tahun ini, pemerintah menargetkan PAD dari 29 pasar sebesar Rp 4.719.724.514.

Namun, hingga 15 Oktober, PAD dari 29 pasar tradisional sudah terkumpul Rp 3.627.983.373. Masih kurang Rp 1.091.741.141 agar target PAD bisa terpenuhi.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Budi Utomo menerangkan terdapat beberapa item yang ditetapkan untuk ditarik retribusi. Di antaranya sewa kos, los, dan pelataran yang ditarik setiap hari. Sementara penarikan mingguan hanya pasar hewan seperti di Pasar Tanah Merah. ”Sewa kios dan sewa tanah sifatnya bulanan,” ujarnya, Selasa (16/10).

Untuk memenuhi target PAD, disdag mewanti-wanti petugas pasar agar rutin melakukan penarikan retribusi. Hal itu untuk mengantisipasi kebocoran PAD.

”Jadi, pemungut itu perlu dimotivasi terus sehingga masuk terus dan rajin mungut setiap hari,” katanya.

Budi mengklaim rutin melakukan evaluasi terhadap perolehan PAD setiap pasar. Sebab, setiap pasar diberikan target yang disesuaikan dengan tingkat banyaknya pengunjung dan pedagang. ”Kita evaluasi. Setiap bulan mengumpulkan kepala pasar,” tandasnya. 

(mr/*/onk/fat/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia