Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Mantan Anggota DPRD Mengaku Gelapkan Mobdin Di Depan Majelis Hakim

Tuntutan Akan Dibacakan Pekan Depan

Rabu, 17 Oct 2018 11:36 | editor : Abdul Basri

TEGANG: Sidang terdakwa mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (16/10).

TEGANG: Sidang terdakwa mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (16/10). (PRAYIT FOR Radarmadura.id)

SURABAYA – Mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin mengakui kesalahannya. Dia menyampaikan telah menggelapkan mobil dinas (mobdin) di depan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya, Selasa (16/10).

Sidang  pria berusia 51 tahun asal Desa Macajah, Kecamatan Tanjungbumi itu dipimpin oleh hakim ketua Wiwin. Sidang dilangsungkan pukul 12.30 hingga pukul 13.00.

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto membenarkan kemarin dilangsungkan sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa Ahmad Safrudin. Dalam sidang, mantan legislator Bangkalan itu mengakui telah melakukan penggelapan mobdin dengan cara digadaikan. ”Terdakwa mengakui perbuatannya,” katanya.

Sidang selanjutnya akan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (23/10). Yakni, pembacaan tuntutan oleh jaksa kejari. ”Pekan depan tuntutan,” ujarnya.

Menurut Hendra, kemungkinan tinggal empat sidang lagi perkara tersebut di Pengadilan Tipikor Surabaya. Setelah tuntutan, agenda selanjutnya pembacaan pleidoi atau pembelaan terdakwa. Setelah itu, sidang dengan agenda replik dan duplik. Terakhir putusan. ”Kalau tidak ada kendala atau penundaan, empat kali sidang lagi akan selesai,” terangnya.

Untuk diketahui, November 2013, Safrudin menggadaikan mobdin Daihatsu Xenia M 491 GP kepada Marlandas, 33, warga satu desa dengannya. Mobil warna hitam itu merupakan kendaraan operasional Fraksi Reformasi Perjuangan Rakyat.

 Pada 20 Agustus 2014, masa jabatan Safrudin sebagai anggota DPRD habis. Namun, kendaraan itu tidak dikembalikan ke sekretariat DPRD. Polisi lantas menetapkan Safrudin sebagai daftar pencarian orang (DPO). Senin (9/4) sekitar pukul 00.30 berhasil menciduk Safrudin di kawasan pantai tak jauh dari rumahnya. 

(mr/bam/onk/fat/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia