Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Sumenep

Dua Korban Luka-luka Akibat Gempa Di Sumenep Berangsur Membaik

Datangkan Tenaga dan Alkes Dari Surabaya

Selasa, 16 Oct 2018 15:13 | editor : Abdul Basri

DIRAWAT INTENSIF: Dua korban gempa asal Pulau Sapudi masih terbaring lemas di ruang rawat RSUD dr H Moh. Anwar, Senin (15/10).

DIRAWAT INTENSIF: Dua korban gempa asal Pulau Sapudi masih terbaring lemas di ruang rawat RSUD dr H Moh. Anwar, Senin (15/10). (JUPRI/Radarmadura.id)

SUMENEP – Dua warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, yang menjadi korban gempa Nasiya, 60, dan Rohmani, 40, kondisinya mulai membaik. Setelah dirawat di Puskesmas Gayam, mereka dirujuk ke RSUD dr H Moh. Anwar, Sabtu (13/10). Bahkan Untuk mengintensifkan perawatan pihak terkait mendatangkan tenaga dan alat kesehatan (alkes) dari Surabaya.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Fitril Akbar mengatakan, setelah tiba di rumah sakit, kedua korban langsung mendapat tindakan medis berupa operasi. ”Pasien dirujuk dari Puskesmas Gayam, masuk ke rumah sakit dengan pembiayaan yang ditanggung pemerintah,” katanya, Senin (15/10).

Fitril menuturkan, dua pasen itu datang dengan kondisi yang cukup parah. Satu pasien mengalami patah tulang di bagian lengan. Kemudian satu pesien lainnya patah di betis. Hingga saat ini dua korban gempa itu mendapatkan perawatan intensif.

Operasi terhadap dua korban dilakukan tiga jam setelah tiba di rumah sakit. Penanganan dua korban dilakukan tim medis khusus yang dibawa oleh pemerintah provinsi. Terdiri dari tim dokter spesialis bedah tulang dua orang, tim bedah saraf, dokter anastesi, perawat, dan dari tim medis TNI. ”Dokternya, provinsi yang membantu. Mereka tim dokter dari Rumah Sakit Dokter Soetomo, Surabaya,” jelasnya.

Pihaknya tidak bisa memastikan, kapan dua korban bisa pulang. Sebab, yang mengetahui persis tentang kondisi dua pasien itu adalah dokter spesialis yang menangani sejak awal. ”Nanti dokter dari Rumah Sakit Dokter Soetomo yang menentukan boleh pulang atau belum,” ujarnya.

Selain tenaga, alat kesehatan (alkes) juga didatangkan dari Surabaya. Terkait kondisinya sementara ini, Fitril memastikan bahwa kondisi pasien semakin membaik setelah dilakukan penangan khusus oleh dokter spesialis.

Meski terkena musibah, Rohmani bersyukur karena jiwanya masih selamat. Dia berterima kasih karena banyak pihak yang berempati atas apa yang dialaminya. ”Biayanya gratis karena dibawa pemerintah. Rumah saya katanya mau dibangun lagi sama pemerintah,” tukasnya.

(mr/*/han/fat/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia