Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Features

Abu Rizal Berikan Kursus Bahasa Inggris Gratis untuk Anak-Anak Desa

Peserta Mulai Siswa SD hingga Mahasiswa

Selasa, 16 Oct 2018 10:19 | editor : Abdul Basri

PENGABDIAN: Ketua MEC Abu Rizal mengajarkan bahasa Inggris kepada puluhan anak didiknya.

PENGABDIAN: Ketua MEC Abu Rizal mengajarkan bahasa Inggris kepada puluhan anak didiknya. (RUSYDI ZAIN/Radarmadura.id)

SAMPANG - Abu Rizal memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di pelosok desa. Sudah enam tahun dia memberikan kursus bahasa Inggris gratis kepada puluhan anak desa.

 Mercy English Course (MEC) merupakan nama tempat kursus bahasa Inggris itu. Abu Rizal merintis MEC sejak 2013. Saat itu dia belum kuliah. Dia masih aktif sebagai santri.

Awal berdiri, MEC hanya menjangkau anak pelosok desa yang ada di sekitar rumah Abu Rizal. Yakni di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Sampang. Waktu itu hanya belasan anak yang mengikuti kursus bahasa Inggris gratis.

Pertengahan 2014 hingga 2015 MEC vakum. Sebab, Rizal sibuk mengabdi dan menimba ilmu di pesantren. Lalu, pada 2016 hingga sekarang, tempat kursus itu aktif lagi.

Sejak awal ada hingga saat ini, tidak ada tempat khusus untuk melaksanakan kegiatan kursus bahasa Inggris. Rizal dengan MEC-nya meminjam musala dan langgar milik tetangga. Teras dan halaman rumah juga dipakai untuk kegiatan MEC.

”Kursus bahasa Inggris gratis ini kadang saya laksanakan di alam terbuka. Karena belum memiliki tempat khusus,” kata Rizal Senin (15/10).

Siswa yang ikut kursus bahasa Inggris gratis di MEC saat ini mencapai 80 orang. Meliputi siswa SD, MI, SMP, MTs, SMA, dan MA. Bahkan, ada mahasiswa yang juga ikut kursus di MEC.

Kursus tidak setiap hari. Selama satu minggu ada dua sampai tiga kali pertemuan. Tempatnya tidak sama. Rizal mengupayakan lokasi kursus dekat dengan jalan raya. Agar mudah diakses peserta kursus. ”Saya lebih banyak menggunakan lahan kosong,” ujar pemuda kelahiran 1989 itu.

Kini yang mengikuti kursus di MEC sudah menjangkau dua kecamatan, yaitu Kedungdung dan Robatal. Pelajar dan warga desa sekitar berminat mengikuti kursus bahasa Inggris. ”Target saya, peserta kursus bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” ucapnya.

Rizal menjelaskan, ide membuka kursus bahasa Inggris gratis itu bermula dari dia bersama beberapa teman. Waktu itu dia melihat betapa mahalnya biaya kursus bahasa Inggris di wilayah perkotaan.

Dia berpikir bahwa generasi muda yang ada di pelosok desa harus juga mendapat kesempatan memperoleh pendidikan bahasa Inggris. Dirintislah tempat kursus bahasa Inggris gratis itu.

”Tutor di sini tidak ada imbalan. Murni mengabdi tanpa gaji, dan semua adalah teman saya,” tuturnya.

Kini MEC sudah berusia enam tahun. Rizal ingin merintis Rumah Desa Hebat. Menurut dia, rumah desa itu yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat menampung seluruh kemampuan dan minat anak desa sesuai skill.

”Selain bahasa Inggris, kami memotivasi anak desa supaya terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegas Rizal. Baginya, masyarakat di pelosok desa juga memiliki hak untuk tahu dan fasih berbahasa Inggris.

Masyarakat di pelosok desa diharapkan bisa bersaing dengan masyarakat perkotaan. ”Kami ingin punya gedung khusus untuk tempat kursus bahasa Inggris generasi muda dari pelosok desa. Semoga bisa kami capai,” harap Rizal.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia