Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Politik Pemerintahan

Bantah Koalisi PKB-PDIP Retak

Senin, 15 Oct 2018 11:12 | editor : Abdul Basri

Bantah Koalisi PKB-PDIP Retak

SUMENEP – Hubungan partai koalisi pendukung pemerintah yakni PKB dan PDIP menghangat. Itu terjadi setelah dua kader partai tersebut saling berebut pimpinan Komisi III DPRD Sumenep. Komisi yang membidangi masalah pembangunan yang awalnya dipimpin Dulsiam dari Fraksi PKB itu kini dikudeta oleh Zainal Arifin dari Fraksi PDIP.

Kocok ulang pimpinan komisi III mengejutkan. Pasalnya, perombakan alat kelengkapan DPRD tersebut dilakukan menjelang rapat paripurna evaluasi gubernur terhadap APBD Perubahan Jumat malam (12/10). Prosesi pergantian pimpinan komisi III diwarnai seteru antar anggota.

Selain ketua, dua pimpinan lainnya di komisi III diisi wajah baru. Posisi wakil ketua komisi yang awalnya Dwita Andriyani dari Fraksi PAN diganti Indra Wahyudi dari Fraksi Demokrat.

Dwita diganti karena yang bersangkutan berhalangan tetap yakni meninggal pada 2 Juli 2018 lalu. Sementara sekretaris komisi III dijabat Iwan Budiharto dari Fraksi Golkar menggantikan M. Syukri dari Fraksi PPP.

Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma menyebut bahwa perombakan pimpinan komisi III merupakan dinamika di internal komisi. Diganti atau tidaknya pimpinan di komisi tersebut sepenuhnya menjadi hak dari masing-masing anggota. Pihaknya selaku pimpinan DPRD hanya menerima usulan.

”Itu usulan dari bawah. Saya hanya membacakan apa yang sudah diputuskan oleh anggota komisi,” kata Herman Dali Kusuma Minggu (14/10).

Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim menyatakan bahwa perombakan pimpinan komisi III merupakan hal biasa. Dia mengklaim tidak ada keretakan di antara partai koalisi pemerintah.

PKB dan PDIP selaku pengusung utama kepemimpinan Bupati Sumenep A. Busyro Karim dan Wakil Bupati Achmad Fauzi menurutnya tetap solid. ”Koalisi kami tetap solid. Kami sering ketemu,” kata Imam Hasyim.

Dijelaskan, sebenarnya pergantian pimpinan komisi III sesuai pembagian koalisi. Dulu komisi I dipimpin Darul Hasyim Fath dari PDIP. Namun dalam perjalanannya, ada dinamika di internal komisi sehingga Darul diganti Abdul Hamid Ali Munir dari PKB.

”Oleh karena itu, komisi III dibagikan kepada PDIP sebagai ganti komisi I,” ujar dia. ”Sebenarnya tidak ada jegal-jegalan,” tegas mantan Ketua DPRD Sumenep tersebut.

Imam Hasyim menjelaskan, pergantian pimpinan komisi III murni dilakukan anggota. Apalagi secara aturan, setiap dua setengah tahun sekali pimpinan alat kelengkapan DPRD memang bisa dirombak. ”Itu hak komisi,” tukasnya.

Senada dengan Imam Hasyim, Ketua DPC PDIP Sumenep Dekky Purwanto membantah partai koalisi pendukung pemerintah retak. Menurut dia, tidak ada perpecahan antara PDIP dengan PKB. Dua partai politik ini tetap seirama dalam mendukung kepemimpinan eksekutif di Sumenep.

”Terkait masalah kocok ulang itu tergantung personel komisi III di sana. Urusan siapa yang terpilih, bergantung anggota. Kebetulan saja yang disenangi kader PDIP,” katanya. ”Koalisi tetap solid, apalagi kita menghadapi pilpres,” tandas Dekky.

(mr/mam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia