Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Politik Pemerintahan

Bawaslu Temukan Data Pemilih Ganda

Minggu, 14 Oct 2018 12:06 | editor : Abdul Basri

SATU MEJA: Tim Paslon Mantap beraudiensi dengan Bawaslu Sampang.

SATU MEJA: Tim Paslon Mantap beraudiensi dengan Bawaslu Sampang. (MUHLIS FOR Radarmadura.id)

SAMPANG – Pemungutan suara ulang (PSU) kurang dua pekan lagi. Dari hasil validasi daftar pemilih tetap (DPT), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang menemukan tiga masalah data pemilih ganda. Yakni, ganda nomor induk kependudukan (NIK), nama, dan tanggal lahir.

Ketua Bawaslu Sampang Inisiyatun mengatakan, pihaknya sudah memberikan empat rekomendasi validasi DPT yang dilakukan KPU. Dua rekomendaasi dilayangkan pada 27 September dengan nomor 249 dan  252. Kemudian rekomendasi dikirim pada 30 September dan 4 Oktober.

Selama proses validasi, pihaknya tidak hanya mengawasi. Namun, ikut mencermati dari DPT yang tidak memenuhi syarat (TMS), invalid, dan ganda. Sebab, data ganda tersebut harus dicoret. Bagi warga yang meninggal, wajib dicoret tanpa harus menggunakan data akta kematian.

Karena itu, pihaknya menyarankan agar langsung lapor jika ada pemilih meninggal. Meskipun, datanya akan ditetapkan di tingkat kabupaten dalam penetapan DPT PSU. ”Data saat ini masih fluktuatif. Boleh siapa pun memberikan masukan itu. Silakan laporkan ke kami dan kami akan merekomendasikan terkait data tersebut,” jelas perempuan asal Sumenep itu.

Daftar penduduk pemilih potensial pemilihan (DP4) 803.499 jiwa. Sedangkan yang harus divalidasi 380.332. Hasil validasi itu kemungkinan menghasilkan angka sekitar 755. Pencermatan data pemilih tidak sampai pada waktu penetapan.

Data itu masih bisa diperbaiki dengan saran perbaikan dan saran dari tim pasangan calon (paslon) serta masyarakat. ”Acuannya tetap DP4 karena itu hasil sinkronisasi dari DP4 dengan data pilkada,” ujarnya.

Selama proses validasi, pihaknya menekankan validasi DPT PSU yang sumbernya berbagai macam data. Pihaknya juga akan menindaklanjuti dengan rekomendasi ke KPU. Akumulasi jumlah validasi DPT berbagai macam elemen. Yakni berbasis invalid, data anomali di atas 100 tahun, dan data TMS meninggal.

”Itu sudah disampaikan ke KPU. Kita lihat bagaimana prosesnya dengan bersama-sama memperbaiki data pemilih ini,” tegasnya.

Pihaknya berharap masyarakat ikut serta berpartisipasi memilih pada hari H serta berpartisipasi dalam pengawasan. Jika ada sesuatu di luar regulasi, pihaknya akan langsung bertindak. ”Apakah penghitungan ulang kalau di luar regulasi atau harus PSU di tingkat TPS,” tutupnya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia