Senin, 17 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Features

Suami Langsung Turun dari Tempat Tidur

12 Oktober 2018, 22: 17: 03 WIB | editor : Abdul Basri

PANIK: Pasien rawat inap RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep berada di lorong rumah sakit setelah keluar dari ruangan masing-masing akibat gempa.

PANIK: Pasien rawat inap RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep berada di lorong rumah sakit setelah keluar dari ruangan masing-masing akibat gempa. (MUSTAJI/Radarmadura.id)

HARIYATI adalah salah satu tipe perempuan yang setia kepada suami. Di usia 58 tahun dia selalu ingin bersama sang kekasih meski dalam keadaan sakit. Bersama orang yang dicintai itu dia merasakan betul getaran gempa, Kamis dini hari (11/10).

Saat gempa terjadi Hariyati sedang menunggu suaminya, Sudirman. Pria 61 tahun itu dirawat di ruang bedah RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep. Ketika terjadi getaran, dia langsung membawa suaminya keluar ruangan menggunakan kursi roda.

Waktu itu dia kaget karena lantai bergerak. Kemudian, ada teriakan orang bahwa telah terjadi gempa. Sudirman masuk rumah sakit karena hernia. Dia baru menjalani operasi hari Rabu (10/10).

”Saya sama suami saya reflek. Suami saya langsung turun dari tempat tidur, terus jalan mau keluar. Lalu saya bawa kursi roda buat dia sambil memegangi infus suami saya,” ungkap warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, itu.

Selain Sudirman, puluhan pasien lain juga melakukan hal yang sama. Usai gempa terjadi sekitar pukul 02.00, pasien bertahan di lorong-lorong rumah sakit di Jalan dr Cipto itu. Sebagian juga menggelar tikar di halaman dan tempat parkir kendaraan. Mereka khawatir terjadi gempa susulan.

Setelah merasa aman, pihak rumah sakit meminta pasien kembali ke ruang rawat masing-masing. Sekitar pukul 04.30, pasien kembali. ”Takut ada gempa lagi. Biar di sini saja dulu, nunggu aman,” kata Sapardi, 43, orang tua salah satu pasien sebelum kembali ke dalam.

Direktur RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep Fitril Akbar menjelaskan, saat kejadian, petugas rumah sakit juga membantu pasien keluar. Hal tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit saat terjadi bencana alam. ”Kami sudah mendatangi pasien untuk memberikan informasi mengenai gempa semalam agar pasien dan keluarganya tidak khawatir,” jelasnya.

Fitril memastikan tidak ada kerusakan fasilitas rumah sakit akibat gempa tersebut. Dia berharap pasien tidak terlalu khawatir dan fokus pada penyembuhan mereka.

Kepanikan juga terjadi di RS Larasati Pamekasan. Petugas langsung mengevakuasi pasien ke tempat lapang. ”Petugas memang sudah dibekali latihan bantuan hidup dasar. Alhamdulillah, aman,” kata dr Indri Widayanti selaku direktur di rumah sakit itu.

Gempa tersebut tidak mengakibatkan rumah roboh dan mengakibatkan korban jiwa. Hingga kemarin siang belum ada laporan kerusakan rumah atau korban jiwa. ”Semua kecamatan di Pamekasan merasakan dampak gempa tersebut,” terang Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan Budi Cahyono.

(mr/aji/sin/luq/fat/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia