Rabu, 17 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Masih Mokong ! Pedagang Pasar Blega Bangkalan Kembali Ditertibkan

Satpol PP – Disdag Gelar Operasi Gabungan

Jumat, 12 Oct 2018 09:59 | editor : Abdul Basri

BUTUH KESADARAN BERSAMA: Petugas dibantu warga menertibkan pedagang Pasar Blega, Kamis (11/10).

BUTUH KESADARAN BERSAMA: Petugas dibantu warga menertibkan pedagang Pasar Blega, Kamis (11/10). (BADRI STIAWAN/Radarmadura.id)

BANGKALAN – Dinas perdagangan (disdag) bersama Satpol PP Bangkalan kembali menertibkan pedagang Pasar Blega, Kamis (11/10). Sasarannya pedagang buah yang berjualan di depan pasar. Mereka digeser dari lokasi yang biasa ditempati.

Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalan Sutanto menyampaikan, penertiban kembali dilakukan untuk menata ulang tempat pedagang. Sebelumnya, selain penertiban juga dilakukan pengukuran batas jualan pedagang.

”Lapak pedagang buah ditata sesuai tempat yang diukur sebelumnya. Tidak ada penyitaan barang pedagang. Penataan, bukan penggusuran,” katanya.

Setiap pedagang nantinya akan diberi batas 2x2 meter persegi. Jarak dari toko atau kios juga akan diberi jarak sekitar 2 meter. Dengan demikian, tidak mengganggu jalan pengunjung yang akan berbelanja di pertokoan. Kemudian setiap tiga lapak diberi satu jalan masuk.

”Ada sekitar 46 pedagang buah yang sudah terdata. Bagian depan pasar akan difungsikan untuk parkir. Jarak pedagang dari jalan raya sekitar 4 meter,” terangnya.

Menurut dia, penataan ulang pedagang Pasar Blega tidak menyalahi ketentuan. Yakni, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2010 tentang Retribusi Jasa Umum dan dikuatkan dengan SK bupati mengenai hak dan kewajiban pedagang.

”Kalau pemerintah akan menata ulang, harus diikuti. Daripada nantinya mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Operasional Satpol PP Bangkalan M. Nakip menyampaikan, ada 25 petugas yang diterjunkan dalam penertiban pedagang kemarin. Sebelumnya penertiban juga dilakukan pada Kamis (4/10) pekan lalu. ”Minggu lalu hanya 15 personel,” ucap dia.

Nakip menambahkan, jika tempat dan pedagang sudah ditata rapi, pihaknya akan terus memantau kondisi Pasar Blega. Jika ada yang masih berjualan di area terlarang, lapak beserta barang dagangan akan diangkut.

”Kami sita. Karena sudah ditentukan tempat jualannya. Jadi jangan dibuat tidak beraturan lagi,” tukasnya.

(mr/bad/onk/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia