Senin, 17 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pasangan Mesum di Sumenep Dinikahkan Paksa

Satpol PP Amankan 11 Muda-Mudi

11 Oktober 2018, 20: 58: 17 WIB | editor : Abdul Basri

TEGAKKAN ATURAN: Petugas satpol PP mendata dua perempuan yang diamankan, Rabu (10/10).

TEGAKKAN ATURAN: Petugas satpol PP mendata dua perempuan yang diamankan, Rabu (10/10). (ALI HAFIDZ S./Radarmadura.id)

SUMENEP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep mengamankan belasan orang yang diduga pasangan mesum dan melakukan pesta minuman keras (miras). Mereka terjaring di sejumlah titik, Rabu (10/10) sekitar pukul 02.30 dini hari.Satu pasangan mesuk terpaksa dinikahkan setelah digrebek oleh penegak perda.

Pasangan itu berinisial M, 25, asal Desa Galis Kecamatan Giligenting Sumenep dan R, 18, asal Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek. Keduanya terpaksa dinikahkan setelah digrebek Satpol PP di rumah kos di belakang Masjid Jamik.”Keduanya terpaksa dinikahkan karena ditemukan mesum di kamar kos,” ungkap Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibun) Satpol PP Sumenep Fajar Santoso.

Data yang dihimpun Radarmadura.id, Ada lima pria yang diamankan di rumah kos di Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Batuan.Yakni,berinisial AMF,19, dan AR,19. Dua pemuda tersebutberasal dari Desa Mandala, Kecamatan Rubaru.

Kemudian, BW,19,danAW, 24, asal Kecamatan Lenteng. Lalu RQ, 23, warga Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru.”Orang ini minum-minuman keras dan akan diserahkan ke Dinsos Sumenep,” katanya.

Menurut Fajar, lima pria tersebut diamankan bersama tiga perempuan. Yakni, berinisial EAA, 23, warga Desa Marengan Daya, Kecamatan Kalianget. Lalu NQ, 21, asal Desa Kapedi, Kecamatan Bluto; dan WJ, 18,asal Asembagus, Situbondo.

Fajar Santoso menambahkan, di salah satu rumah kos di Desa Babalan, Kecamatan Batuan, juga ditemukan botol sisa miras. Kamar tersebut ditempatipemuda berinisial NAFS, 19, asal Dusun Lojikantang, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, dan LR, 19, asal Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi.

Namun berdasar hasil pemeriksaan, botol miras tersebut bukan miliknya. Tapi, milik temannya yang pernah tinggal di sana. ”Kalau dua itu bukan peminum katanya, tapi kosnya dipinjam temannya untuk minum-minuman keras,” tambahnya.

(mr/*/han/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia