Rabu, 12 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

BPJSKes Pamekasan Punya Utang Ke RS Hingga Rp 6,8 Miliar

09 Oktober 2018, 15: 06: 41 WIB | editor : Abdul Basri

MEMBELUDAK : Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Pamekasan sedang melayani peserta,Senin (8/10)

MEMBELUDAK : Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Pamekasan sedang melayani peserta,Senin (8/10) (MOH. ALI MUHSIN/ Radarmadura.id)

PAMEKASAN – Utang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSKes) ke sejumlah rumah sakit di Pamekasan cukup fantastis. Angkanya tembus Rp 6,8 miliar. 

”Kami mengakui memiliki tunggakan sebesar Rp 6,8 miliar,” kata Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Kabupaten Pamekasan Erika Windy Astari, Senin (8/10). 

Besaran utang tersebut sudah dilaporkan ke BPJSKes pusat. Sebab, pembayaran tunggakan menjadi wewenang kantor pusat. Kantor cabang hanya melaporkan klaim-klaim dari rumah sakit  yang belum terbayar. 

”Untuk klaim yang sudah masuk ke BPJS sudah diklarifikasi. Setelah itu, datanya langusng kami laporkan ke kantor pusat untuk proses pembayaran,” terangnya. 

Hanya, pihaknya belum tahu kapan kantor pusat tersebut akan membayar utang tersebut. Namun, diperkirakan pembayaran tunggakan itu tidak akan lama lagi. ”Tidak sampai tahun depan,” ujarnya. 

Menurut dia, pembayaran utang tersebut nantinya akan dilakukan secara berurutan. Jika sudah lama, akan diprioritaskan. ”Berdasarkan urutan, mereka mengklaimkan ke kita. Tidak ada tendensi kita dekat dengan rumah sakit A lalu diprioritaskan,” tegasnya. 

Erika Windy Astari menjelaskan, tunggakan BPJS Kesehatan senilai Rp 6,8 miliar tersebut hanya untuk rumah sakit di Pamekasan. Tidak untuk seluruh wilayah Madura. ”Kalau se-Madura datanya saya tidak megang,” sambungnya. 

Dia menambahkan, berkenaan dengan tunggakan, sudah menjadi masalah nasional. Jadi bukan hanya terjadi di wilayah Madura. Penyebabnya, masukan dan pengeluaran tidak seimbang. 

”Pemasukan yang kami terima tidak sebanding dengan pengeluaran. Misalnya, pemasukan Rp 1 juta tapi pengeluaran Rp 10 juta,” ungkap dia. 

Erika berharap agar peserta tertib membayar. Tujuannya, agar program tersebut berjalan maksimal. ”Jangan menunggak membayar iuran. Kalau kita sehat, kita membantu yang sakit,” pungkasnya. 

(mr/sin/onk/fat/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia