Senin, 10 Dec 2018
radarmadura
 
icon featured
Pamekasan

Produksi Garam Masih Normal, Hujan Diprediksi November

Senin, 08 Oct 2018 15:44 | editor : Abdul Basri

TERIK: Suparto memanen garam di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, kemarin.

TERIK: Suparto memanen garam di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, kemarin. (ANIS BILLAH/Radarmadura.id)

PADEMAWU – Kondisi cuaca sangat menentukan terhadap kualitas produksi garam. Jika cuaca mendukung, hasilnya akan bagus, demikian sebaliknya. Dalam beberapa hari terakhir, produksi garam masih normal.

Suparto, 60, petani garam, asal Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, mengaku khawatir dengan kondisi cuaca. Sebab, jika cuaca tidak bagus, garamnya yang sudah memasuki masa panen bisa rusak.

Menurut dia, kondisi cuaca bisa menjadi kendala dalam proses produksi garam. Bahkan, meski air yang digunakan untuk produksi garam bagus, tidak didukung cuaca, hasilnya juga tidak akan maksimal.

Suparto menjelaskan, jika cuaca normal, produksi garam bisa dipanen setelah 12–15 hari. Sebaliknya, jika cuaca tidak mendukung, masa panen garam bisa lebih cepat. Tentunya, hasil panen juga akan lebih sedikit.

”Kalau sudah mulai mendung, biasanya dalam satu minggu sudah dipanen. Meski hasil panen sedikit, tetap dipanen. Bagaimana lagi, ini sudah risiko,” katanya kemarin (7/10).

Untuk saat ini, kondisi cuaca masih normal sehingga hasil panen juga cukup tinggi. Setiap 13 hari sekali, dia memanen garam. Satu lahan ukuran 20 x 70 meter bisa mencapai hingga 9 ton.

Selain itu, harga garam saat ini dinilai masih normal. Untuk garam kw-1, harganya mencapai Rp 14.500 per ton. Sedangkan kw-2 seharga Rp12.500. ”Ada juga yang sampai 15 ribu. Semuanya bergantung pada cuaca,” ujarnya.

 Di tempat terpisah, Supervise Pusdalops Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Budi Cahyono mengatakan, rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan pada awal November. Perkiraan cuaca pada bulan kesebelas, hujan akan merata. ”Artinya, Oktober masih kemarau,” tuturnya.

Meski demikian, pria berkumis itu menambahkan, kemungkinan turun hujan pada Oktober bisa saja terjadi. Namun, hal itu tidak bisa dijadikan acuan sudah memasuki musim hujan. ”Perkiraannya ada hujan, tapi intensitas ringan,” tutupnya.

(mr/*/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia