Kamis, 18 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan
Bidik Reformasi Birokasi

Pengentasan Kemiskinan Juga Jadi Prioritas Berbaur

Rabu, 26 Sep 2018 00:08 | editor : Abdul Basri

SEMANGAT: Kabaghumas dan Protokol Setkab Pamekasan Supriyanto (dua kanan) beserta staf foto bersama bupati dan wakil bupati di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

SEMANGAT: Kabaghumas dan Protokol Setkab Pamekasan Supriyanto (dua kanan) beserta staf foto bersama bupati dan wakil bupati di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (PRENGKI WIRANANDA/radarmadura.id)

PAMEKASAN – Duet Baddrut Tamam dan Raja’e langsung bergerak cepat. Sejumlah program segera direalisasikan setelah pasangan muda ini resmi dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Pamekasan. Muaranya, reformasi birokrasi dan pengentasan kemiskinan.

Bupati Baddrut Tamam mengatakan, reformasi birokrasi menjadi fokus pekerjaan. Pemerintahan yang baru akan mengubah dari pemerintahan yang tidak melayani menjadi pemerintahan yang melayani.

Masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari pemerintah bakal mendapat service excellent. Yakni, pelayanan prima dari pemerintah. ”Datang, salam, dan dilayani dengan cepat,” katanya Senin (24/9).

Pengentasan kemiskinan juga menjadi fokus utama. Jumlah warga miskin Pamekasan menduduki peringkat ke-36 di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Yakni, warga miskin 16 persen dari total penduduk. Berbagai upaya bakal dilakukan pemerintah untuk mengentas kemiskinan.

Di antaranya, perubahan luar biasa pada program pemerintah. Kemudian, mendorong pembukaan lapangan pekerjaan yang luas. Lalu, mendorong peningkatan produk UMKM sehingga perekonomian masyarakat meningkat. Kemudian, meningkatkan mutu pendidikan. ”Semua itu untuk mengurangi kemiskinan,” katanya.

Mantan aktivis PMII itu merasa tertantang dalam mendorong pengentasan kemiskinan. Target selama memegang tampuk pemerintahan, angka kemiskinan di Pamekasan melorot hingga tersisa 9 persen dari total penduduk.

Pamekasan ditargetkan menjadi kabupaten terbaik dengan penduduk miskin paling sedikit di Jawa Timur. Khusus di Madura, Pamekasan paling sedikit memiliki warga miskin. ”Kacamata kita bukan Madura, tapi Jawa Timur dan skala nasional,” katanya.

Dengan demikian, program yang inovatif dan kreatif akan direalisasikan secara maksimal. Kemudian, sinergitas antar-organisasi perangkat daerah (OPD) juga bakal ditingkatkan. 

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia