Kamis, 18 Oct 2018
radarmadura
icon-featured
Berita Kota

Protes Jalur Khusus K-2, Pendaftaran CPNS Mulai 26 September

Kamis, 20 Sep 2018 18:27 | editor : Abdul Basri

Protes Jalur Khusus K-2, Pendaftaran CPNS Mulai 26 September

BANGKALAN-PAMEKASAN – Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 menuai protes. Protes itu muncul dari tenaga honorer kategori dua (K-2). Pemicunya, jatah khusus untuk mereka sangat sedikit.

Di Pamekasan, dari 340 kuota CPNS, jalur khusus honorer K-2 hanya 47 orang. Perinciannya, 45 orang guru dan 2 orang tenaga medis. Sementara, jumlah tenaga honor yang mengabdi kepada negara mencapai 1.260 orang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan Lukman Hedi Mahdia mengatakan, kuota CPNS 340 orang. Jatah tersebut dibagi menjadi kategori umum dan khusus.

Kategori khusus ada tiga. Perinciannya, eks honorer K-2 dengan jatah 47 kursi. Kemudian, cumlaude 5 persen dari total kuota atau sekitar 17 kursi. Lalu, jalur khusus warga difabel diberi jatah 3 kursi.

Sementara sisanya harus mengikuti jalur umum. Ketentuan itu merupakan kebijakan pemerintah pusat. Pemkab Pamekasan hanya menindaklanjuti. ”Sudah ada ketentuannya semua,” katanya kemarin (19/9).

Lukman menyampaikan, rekrutmen CPNS itu murni kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak. Utamanya mengenai tuntutan tenaga honorer yang meminta agar diangkat menjadi CPNS tanpa melalui jalur tes.

Lukman berharap, tes masuk menjadi abdi negara itu berjalan lancar. Calon peserta diharapkan mempersiapkan secara matang. ”Untuk tindak lanjutnya, masih menunggu petunjuk dari (pemerintah) pusat,” katanya.

Sementara itu, rekrutmen CPNS 2018 mendapat penolakan keras dari Forum Honorer K-2 (FHK-2) Pamekasan. Mereka meminta agar seluruh honorer kategori dua diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Sebagai bentuk penolakan, hari ini (20/9) bakal digelar aksi akbar. Seluruh honorer K-2 di Pamekasan bakal turun jalan menuntut agar seluruh tenaga honorer K-2 diangkat menjadi PNS. Aksi tersebut bakal disampaikan kepada legislatif dan eksekutif. ”Aksi akbar tetap digelar,” terang Ketua Forum K-2 Pamekasan Maskur, ST.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mendukung perlakuan khusus bagi honorer K-2. Bahkan, pada rapat Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) juga dibahas mengenai perlakuan khusus bagi tenaga honorer itu.

Legislatif mendukung pengangkatan honorer K-2 menjadi PNS tanpa melalui jalur tes secara umum. Sebab, jika dites secara umum, terjadi ketidakadilan bagi mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun itu.

Dukungan dewan juga disampaikan kepada pemangku kebijakan di pemerintah pusat. Namun, hasilnya tetap tidak ada pengecualian. Terbukti, batasan usia masih menjadi syarat mutlak pendaftaran itu.

Padahal, honorer K-2 di Pamekasan banyak yang sudah berusia di atas 35 tahun. Akibatnya, mereka tidak bisa mengikuti tes. ”Dari awal kami turut serta memperjuangkan nasib honorer K-2,” tandas politikus Demokrat yang juga pembina Forum K-2 Pamekasan itu.

Sementara itu, banyak yang menganggap pendaftaran seleksi CPNS dibuka sejak kemarin (19/9). Semula di laman sscn.bkn.go.id diumumkan pendaftaran CPNS dibuka pada 19 September. Namun, keputusan pemerintah pusat tersebut diundur Rabu (26/9) hingga Rabu (10/10).

Kepala BKPSDA Bangkalan Moh. Gufron mengutarakan, sekarang ini hanya diumumkan formasi masing-masing kabupaten/kota dan persyaratan lainnya. ”Bagi yang berminat, silakan persiapkan persyaratan yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Proses pendaftaran melalui online. Termasuk, berkas yang harus disetor. ”Tidak ada kewenangan pemkab. Semua yang menentukan untuk lolos itu pemerintah pusat berdasarkan hasil tes,” terangnya.

Apabila ada pihak yang menjanjikan bisa meloloskan, dipastikan tidak benar dan tidak usah percaya. Gufron meminta pendaftar mengabaikan. ”Kami hanya menyiapkan lokasi tes,” tuturnya.

Bangkalan mendapat 418 formasi yang terdiri dari 362 formasi khusus dan 56 umum. Jalur khusus itu harus honorer K-2. Mereka terdiri dari guru dan kesehatan. ”Tapi, itu harus K-2,” tegasnya.

Gufron menyatakan, selain honorer K-2 boleh memanfaatkan jalur ini asal pada 2013 pernah ikut seleksi CPNS. Dengan catatan, diikutsertakan dengan nomor tes. ”Misalnya, ada guru sukwan yang ikut tes CPNS 2013. Itu masih boleh,” ucapnya.

Apabila di luar K-2 dan tidak pernah ikut tes CPNS 2013, siap-siap tidak akan masuk kategori yang ditentukan. ”Apalagi, untuk jalur umum tidak ada kebutuhan untuk guru dan kesehatan,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, penerimaan CPNS kali ini cukup bagus. Sebab, semua serba online dan penentuan kelulusan dilakukan pemerintah pusat berdasarkan hasil tahapan tes. ”Minimal budaya titipan tidak ada untuk seleksi CPNS sekarang ini.” 

(mr/pen/daf/luq/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia