Senin, 17 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Gelapkan Motor, Warga Pangeranan Ditahan

20 September 2018, 15: 21: 17 WIB | editor : Abdul Basri

PANEN TANGKAPAN: Polres Bangkalan merilis para tersangka pelaku kriminal hasil Operasi Sikat Semeru 2018

PANEN TANGKAPAN: Polres Bangkalan merilis para tersangka pelaku kriminal hasil Operasi Sikat Semeru 2018 (A.YUSRON FARISANDY/radarmadura.id)

BANGKALAN – Fathor Yakup, warga Kelurahan Pangeranan, Bangkalan, harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Bangkalan. Pria 30 tahun itu diduga melakukan penggelapan kendaraan bermotor.

Dia ditangkap setelah polisi mendapat laporan nomor 155/IX/2018/JATIM/RES.BKL. Laporan itu disampaikan Fuad Anwar, Sabtu siang (15/9).

Malam harinya sekitar pukul 23.00, anggota Unit Opsnal Polres Bangkalan berhasil menciduk Fathor Yakup di kawasan dekat SMPN 2 Bangkalan. Pelaku lantas dikeler menuju Mapolres Bangkalan.

Ceritanya, Selasa (11/9) sekitar pukul 03.00, Fuad Anwar, 18, warga Desa Petaonan, Kecamatan Socah, baru selai bekerja sebagai pengemudi odong-odong di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Dia lantas menepikan wahana mainan anak-anak dan hendak tidur di dalam odong-odong.

Tak berselang lama, Tarom, 19, warga Kelurahan Pangeranan, Bangkalan meminjam sepeda motor Honda Vario 150 nopol M 5810 HZ milik Fuad Anwar. Kemudian, sepeda motor berwarna biru itu dipinjamkan kepada Fathor Yakup oleh Tarom.

Namun, sepeda motor itu tidak kunjung dikembalikan. Fuad Anwar lantas menanyakan kepada Tarom, tetapi motor tersebut juga tak kembali.

Rabu (19/9), Polres Bangkalan merilis ungkap kasus hasil Operasi Sikat Semeru 2018 selama dua belas hari. Terhitung sejak 5–16 September 2018. Polisi berhasil meringkus 18 pelaku termasuk tersangka Fathor Yakup.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan melalui Kasatreskrim AKP Jeni Al Jauza mengatakan, Fathor Yakup telah menggadaikan sepeda motor hasil penggelapan kepada seorang penadah senilai Rp 3 juta. Uang hasil kejahatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pelaku.

Dia mengungkapkan, telah melakukan penggerebekan ke rumah penadah. Namun, penadah tidak ada di kediamannya sehingga ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). ”Masih kami buru. Nanti kalau sudah ketangkap saya beri tahu,” tutup Jeni. 

(mr/bam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia