Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon-featured
Politik Pemerintahan

Belasan Ribu Personel Amankan Pemilu 2019

20 September 2018, 15: 08: 19 WIB | editor : Abdul Basri

TEGAS: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menyematkan pita kepada salah satu anggota sebagai tanda Operasi Mantap Brata 2019 dimulai.

TEGAS: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menyematkan pita kepada salah satu anggota sebagai tanda Operasi Mantap Brata 2019 dimulai. (RUSYDI ZAIN/radarmadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) baru akan digelar Rabu (17/4/2019). Namun, pengamanan pesta demokrasi lima tahunan itu sudah dimulai. Belasan ribu personel dikerahkan melalui apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Semeru 2018 Rabu (19/9).

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, jumlah personel yang mengikuti gelar pasukan mencapai 500. Terdiri dari anggota TNI-Polri, petugas dishub, dan satpol PP. Apel di alun-alun kota ini untuk mengkroscek kesiapan personel dan sarana prasarana (sarpras) pengamanan pemilihan umum (pemilu) tahun depan.

Dia belum bisa memastikan jumlah personel yang bakal diterjunkan. Sampai saat ini terus dilakukan penyesuaian atau penghitungan. ”Hampir sama dengan pola pengamanan pilkada kemarin,” ucapnya.

Pihaknya telah melakukan pemetaan zona merah atau rawan konflik. Sebab, waktu pelaksanaan pilkada dengan pileg dan pilpres tidak terlalu jauh. Jadi lebih mudah melakukan pemetaan. ”Akan kita anev (analisis dan evaluasi, Red) terus sampai menjelang pelaksanaan,” ucapnya.

Mantan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim itu menambahkan, untuk antisipasi terjadinya money politics pihaknya bakal menggandeng parpol. Pihaknya juga siap menerima aduan masyarakat. Jika terjadi politik uang, tinggal melakukan penegakan hukum.

AMANKAN PEMILU: Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo bersama anggota forpimda dan anggota polres menjajal motor untuk pengamanan Pemilu 2019.

AMANKAN PEMILU: Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo bersama anggota forpimda dan anggota polres menjajal motor untuk pengamanan Pemilu 2019. (MOH. ALI MUHSIN/radarmadura.id)

Mengacu pada jumlah petugas pengamanan pilkada sebanyak 4.818 personel. Terdiri dari 500 polisi, 250 tentara, 100 Brimob, dan 3.968 linmas.

Apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata juga diikuti sekitar 200 personel Polres Sampang ditambah dari TNI, dishub, dan satpol PP, kemarin. Operasi tersebut dilaksanakan kurang lebih selama satu tahun. Operasi Mantap Brata akan berakhir pada 21 Oktober 2019. Tahapan kampanye Pileg dan Pilpres 2019 mulai 23 September 2018.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, yang terpenting dalam operasi tersebut adalah peran dari semua elemen masyarakat. Utamanya terhadap tokoh masyarakat, ulama, dan pemerintah daerah ikut menyukseskan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. ”Ini operasi terpusat, karena Operasi Brata. Kalau untuk kabupaten Operasi Praja,” jelasnya.

Tujuh poin amanah Kapolri yang dibacakan pada saat apel. Di antaranya, mengedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara dini.

Selain itu, mendorong seluruh elemen KPU, bawaslu, caleg, parpol, dan masa pendukung, pemda, media, tokoh masyarakat, serta pengawas pemilu independen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban sesuai dengan peraturan yang berlaku. ”Kami siap melaksanakan tujuh amanah dari Kapolri,” tegas Budi.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menjelaskan, pileg dan pilpres rentan masalah. Jika tidak diantisipasi berpotensi berakhir dengan anarkisme. ”Kami instruksikan seluruh anggota untuk siaga dan siap mewujudkan Pamekasan aman dan kondusif pada pileg dan pilpres mendatang,” katanya usai apel gelar pasukan Ops Mantap Brata Semeru 2018.

Demi mewujudkan pileg dan pilpres kondusif, Polres Pamekasan telah melakukan berbagai persiapan. Di antaranya kesiapan anggota yang siap terjun ke beberapa titik dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat. ”Kita akan senantiasa mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Pamekasan. Kalau ada masalah, harus ditempuh melalui jalur hukum, bukan dengan anarkis,” terangnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan beberapa isntansi lain. Di antaranya dengan Kodim 0826, MUI, bawaslu, KPU, tokoh agama, dan para ketua parpol. ”Kita sudah sama-sama melakukan deklarasi damai untuk mewujudkan pemilihan umum 2019 yang sejuk, aman, dan kondusif. Masing-masing elemen telah membubuhkan tanda tangannya untuk komitmen itu,” terangnya.

Kendati demikian, anggota kepolisian tetap diberikan bekal untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan. Mereka telah melakukan simulasi dalam rangka menangani kekisruhan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Simulasi itu berkenaan dengan pencegahan kerusuhan saat pencoblosan, saksi tidak puas, simulasi negosiasi, serta menghalau masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh perwira polres, anggota pengurai massa (raimas), tim satgas, dan seluruh Kapolsek dari 13 kecamatan. Simulasi itu dilakukan terkait dengan tugas satgas dan tugas kepolisian. ”Kita sudah memberikan bekal materi kepada para Kapolsek, Kasat, anggota, biar nanti tugas lapangan lebih mumpuni,” terangnya.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki menjelaskan, pengamanan membutuhkan elemen lain. Sebab, satu anggota diprediksi mengamankan 1.073 orang. Karena itu, polres masih butuh bantuan dari TNI, Brimob, dishub, satpol PP dengan jumlah total 7.266 personel.

”Nanti ditempatkan di kantor KPU, bawaslu, serta tempat penyimpanan logistik dan tempat-tempat strategis yang lain,” tukas mantan Kapolsek Pegantenan itu.

(mr/bam/rus/sin/luq/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia